TULANGBAWANG, FS – Munculnya protes warga terkait sangkaan rendahnya kualitas perbaikan di Jalan Gunung Sakti Menggala oleh CV Dakoba Corp senilai Rp1,7 millar dari APBD Lampung, membuat Ketua Fraksi Golkar DPRD Tulangbawang, Nilwansyah Habib, turun langsung ke lapangan, Jumat (6/11).
Pasalnya, munculnya protes warga itu terkait sangkaan rendahnya kualitas perbaikan jalur dua tersebut.
Sehingga jalan hotmix ini diprediksi tak akan bertahan lama. Padahal infrastruktur tersebut adalah akses utama menuju exit tol.
“Saya harap pihak bina marga dan kontruksi Lampung melakukan hal yang sama dengan cek lokasi serta menegur rekanan terkait,” ungkap Nilwansyah Habib.
Sementara, Albari, warga Gunungsakti, mengatakan pengerjaan proyek ini sudah berjalan sejak seminggu terakhir.
Namun, dia memperkirakan ketebalan hotmixnya tak memenuhi standar, hanya berkisar antara 3-4 centimeter.
“Kondisi itu hanya diperuntukan untuk kawasan perumahan. Sementara untuk jalan raya dengan intensitas tinggi, idealnya memiliki ketebalan minimal 5 centimeter,” kata Albari.
Hal ini pernah diperdebatkannya dengan konsultan CV Dakoba Corp, tetapi dibantah. Lantaran ketebalan hotmix tidak bisa disesuaikan dengan rencana kerja karena terkendala lapisan aspal lama.(FS/MUR)










