oleh

Secara Virtual, Wahdi Lakukan Monitoring Dan Evaluasi DisKes Serta Puskesmas se-Kota Metro

Metro, etalaseinfo.com (SMSI)  –  Walikota Metro Wahdi lakukan monitoring dan evaluasi dengan Dinas Kesehatan Kota Metro dan Puskesmas se-Kota Metro mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara virtual, di Guest House Rumah Dinas Walikota, Selasa (27/07/2021).

Wahdi berharap Dinkes secepatnya mengirimkan surat kepada Dokter Kandungan, Bidan dan Puskesmas ketika memeriksa kehamilan harus mulai menggunakan buku KIA yang penting sekali digunakan, karena KIA adalah buku terbaik untuk mengukur tinggi, berat badan serta perkembangan anak mulai dari dalam kandungan hingga masa pertumbuhan setelah lahir. Puskesmas harus mulai mendata untuk mengetahui akar dari permasalahan di masyarakat sebagai langkah-langkah epidemiologi, yang harus jelas dan tidak ngawur.

“Dinkes silahkan berkreasi dan berimprovisasi bersama Puskesmas sebagai ujung tombak, untuk memberikan yang terbaik dalam pengadaan buku KIA tersebut, supaya ditemukan akar permasalahan dengan menentukan prioritas, langkah penyelesaian masalah, serta pokok pikiran yang sesuai, melalui tujuh kunci Jama-Pai”, ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo menambahkan, terkait dua program lima pelayanan esensial dan Jama-Pai seperti yang dijelaskan oleh Walikota Metro. Kemudian terkait lomba kebersihan di Puskesmas yang akan segera dilaksanakan, serta dalam satu jam di Puskesmas harus ada satu Dokter baik dokter umum maupun spesialis kedepannya.

“Terkait tujuan pelayanan Jama-Pai, dimohon untuk Kepala Dinas Kesehatan dapat membuat stiker program Jama-Pai yang ditempelkan di seluruh Puskesmas, sehingga masyarakat mengetahui tentang pelayanan tersebut dan sebagai media sosialisasi,” ujarnya.

Baca Juga  Kabar Duka, Bayi Kelainan Hati dan Gagal Hati di Tanggamus Meninggal Dunia

Kadis Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, dalam hal ini siap menindaklanjuti beberapa arahan Walikota terkait Dokter spesialis yang akan dipelajari kembali mengenai pelayanan atau sebatas konsultasi.

“Diinformasikan bahwa Kepala Puskesmas se-Kota Metro sependapat untuk mencetak anak-anak cerdas mulai dari kandungan, dengan mencatat data-data yang diminta dan dibutuhkan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman memaparkan tentang sepuluh poin yang dapat menjadi bahan perenungan dan diskusi yakni penasehatan kepada calon pengantin (catin) saat pra-nikah, yakni membimbing dan memberikan pemahaman dalam mengelola kehidupan, secara sosiologis dan kesehatan.

Baca Juga  Program 100 Hari Kerja DADI Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat Lampung Timur

Memberikan pemahaman tentang cara mengelola hubungan dengan masyarakat, keluarga, istri/suami, mengarahkan cara mengelola pemenuhan kebutuhan bersama, mengajarkan cara mengelola prinsip kesetaraan, memberikan pemahaman tentang fenomena KDRT, menumbuhkan kesadaran catin, menjaga komunikasi keluarga dan bertetangga.

Menimbulkan kesadaran diri penasehatan pra-nikah bahwa berangkat dari akad nikah akan menjadi orang tua sesuai karakter masing-masing, merencanakan dan menentukan kapan waktu yang baik dan tepat untuk memiliki anak sehingga tidak asal-asalan, dan yang terakhir memberi pemahaman cara mengelola konflik permasalahan dalam rumah tangga yang harus diterjemahkan secara dewasa. (Kf-D-J)

News Feed