Foto Naknit kesehariannya tergantung mencari rongsokan di Desa Ketapang tepatnya di objek wisata Ketapang Sunrise Lampung Selatan untuk kebutuhan hidupnya.
LAMPUNG (Siberindo.co) – Naknit warga Desa Legundi Kecamatan Ketapang Lampung Selatan hidup sebatangkara, untuk bertahan hidup keseharianya mencari rongsokan di sekitar objek wisata Ketapang Sunrise, Senin (15/06/2026).
Pantauan awak media di lapangan terlihat Naknit warga Legundi pencari rongsok sedang duduk terdiam di objek wisata Ketapang Suprise sambil merenungi nasibnya yang hidup serba kekurangan, bahkan tempat tinggalpun tidak punya.
Adanya warga yang kurang mampu bahkan kesehariannya hanya mencari rongsok dan cukup untuk buat makan, ini menggambarkan kurangnya perhatian dari Pemerintah hingga tidak tahu ada warganya yang benar – benar kesulitan membutuhkan bantuan.
Naknit saat berbincang – bincang dengan Wartawan sambil memperlihatkan barang rongsokanya hasil yang didapat dari memungut barang bekas seperti botol – botol Aqua di objek wisata Ketapang sunrise mengeluh tentang kehidupanya.
Ia setiap harinya membawa karung untuk mencari rongsokan di sekitar objek wisata Ketapang sunrise. Setelah itu dijual kepada pengepul untuk mendapatkan uang sebagai menyambung hidupnya sehari – hari
Naknit (60) tahun pencari rongsok mengatakan, saya setiap harinya mencari rongsok di sekitaran objek wisata Ketapang Sunrise sambil membawa karung. Uangnya buat beli makan sehari – hari.
Nantinya rongsok yang saya dapat dijual sama bos rongsok dengan suara pelan. Kalau dapatnya rongsok banyak ya banyak juga dapat uangnya. Sehari paling banyak dapat Rp20.000 kadang kadang cumak. Rp15.000, “Kata Naknit seperti dikutip dari BumiOne.com grup Siberindo.co.
Naknit dengan nada sedih dan pelan suaranya sempat berkata bagaimana nasib saya nantinya kalau seperti ini terus. Untuk makan aja saya susah, rumah gak punyak dan hidup seperti ini serba kurang.
Sementara Aladin warga Ketapang juga menerangkan, keseharian Naknit mencari rongsok di sekitaran Ketapang Sunrise disini ia kadang makan kadang tidak. Tergantung ada pendapatan dari nyari rongsoknya disini.
Naknit hidup sebatang kara, rumah gak punya hidupnya serba susah. Tempatnya pun hanya numpang – numpang rumah kosong milik orang saja, “Kata Aladin kepada Wartawan.
Aladin sebagai warga Ketapang berharap kepada Pemerintah agar memperhatikan Naknit warga keterbatasan semuanya, dan kesehariannya hanya mencari rongsok di sekitar wisata Ketapang Sunrise.
Keseharinya Naknitt nyari rongsok paling banyak sekarung, bahkan terkadang hanya dapat setelah karung kalau di jual paling dapat duit 10.000 – 20.000 ribu saja perharinya, “Ucapnya.
Kalau kita lihat setiap harinya kadang – kadang Naknit nggak makan nunggu pemberian dari orang – orang yang peduli. Ia seharian duduk saja disitu nunggu pemberian dari orang yang mengerti akan memberinya.
Tadi Naknit berpesan kesaya dalam obrolanya mengatakan gimana nasib saya nanti kadang – kadang sehari saya makan, “Ucap Aladin menurutkan Naknit yang hidup serba kesusahan. (Erwan)










