oleh

Terekam CCTV, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Kabur Dari Ruang Isolasi

Karimun – Satu pasien terkonfirmasi Covid-19 kabur dari ruang isolasi perawatan di Puskesmas Meral Barat, meski terekam dalam CCTV pada pukul 22.40 WIB, Selasa (22/12/2020).

 

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karimun membenarkan hal tersebut, bahkan menurutnya, kaburnya pasien itu sebelum keluarnya hasil swab yang telah dijalani tes rapid pada pada Jum’at lalu (18/12/2020).

 

”Kan sebelum hasil swab terakhir keluar, tapi dia melarikan diri, baru

Baca Juga  Antisipasi Kemacetan di Jalan Dalam Pasar Talang Padang, Anggota Sat Lantas Gelar Pengaturan

semalam hasil swabnya keluar,” ujar Jubir GTC Karimun, Rachmadi saat dikonfirmasi awak media seperti dilansir Lampung1.com jaringan Siberindo.co, Kamis (24/12/2020).

 

Namun demikian, sambung Rachmadi, pasien tersebut dinyatakan negatif dari hasil swab test terakhir pada Rabu (23/12/2020).

 

”Jadi dari hasil rapid tes yang dijalani pada Jum’at lalu sudah negatif,” jelasnya terkait pasien yang melarikan diri dengan menggunakan baju tidur dan jaket dengan cara memanjat pagar puskesmas setempat.

Pasien diketahui merupakan salah satu Viar atau Pemandu Lagu (PL) di THM Hotel Satria Karimun, mengundang kritikan dari salah satu warga setempat.

Baca Juga  165 Pengurus PMI Kecamatan Masa Bhakti 2021-2026 Dilantik Bupati Lampung Barat

 

 

Satu di antaranya warga menyebutkan, pasien ini adalah cluster THM di Hotel Satria yang kini sudah berjumlah lebih kurang 11 orang dalam rentan waktu dua minggu.

 

”Oleh karena saya berharap pemerintah terkait lebih serius menangani penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir ini muncul dari cluster THM di Hotel Satria,” ucap warga yang enggan ditulis namanya di media ini.

Baca Juga  Nanang Segera Bantu Bedah Rumah Warganya Saat Sambangi Rumah Roboh Dan Rumah Tidak Layak Huni

 

Untuk itu, lanjut warga, Tim Gugus harus menutup sementara THM di Hotle Satria, terutama para pengunjungnya harus dilakukan rapid test, maupun tracing dalam kurun waktu masa penyebaran virus corona di tempat hiburan tersebut.

 

“Karena itu, kita sangat khawatir akan muncul orang tanpa gejala atau cluster baru penularan virus tersebut kepada masyarakat atau dalam arti kata transmisi lokal,” tandas dia. (andi)

 

 

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed