oleh

Warga Desa Sogong Lebak Tolak Aktifitas PT. Suda Miskin, Ini Pemicunya

 

 

Saibumi.com (SMSI) Lebak – Gelombang penolakan aktifitas PT. Suda Miskin yang akan melakukan pematokan lahan warga kembali muncul. Kali ini penolakan muncul dari masyarakat Kampung Patat, Desa Sogong, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

 

Penolakan tersebut muncul setelah sejumlah tokoh masyarakat melakukan musyawarah yang dilakukan di kampung mereka, Sabtu malam, 20/3/2020. Seperti yang diberitakan media suaranusantaranews.net group siberindo.co.

 

Dalam musyawarah tersebut, masyarakat memutuskan untuk menolak keberadaan PT sudamiskin dan menolak lahannya untuk dipasang patok oleh pihak perusahaan sebagai tanda batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT. Sudamiskin

Baca Juga  Cv Ratu Luak Masuk Dalam Salah Satu Nominasi Anugrah Paramakarya

 

Dituturkan Ulung (25), Tokoh Pemuda Setempat, bahwa penolakan ini didasari oleh kecintaannya terhadap tanah kelahiran dan menjaga kelestarian lingkungan, karena kehadiran perusahaan besar di sektor pertambangan akan berdampak besar terhadap keseimbangan ekosistem.

 

Saat ini lanjut Ulung, di wilyah desa tempat tinggalnya belum dilakukan pematokan, karena masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan penolakan.

 

“Jadi kami perlu tegaskan kembali, masyarakat tidak ingin lahan pertanian warga beralih fungsi menjadi pertambangan, karena akan menyebabkan kehilangan mata pencaharian masyarakat sekitar,” terang Ulung.

 

Ulung juga mempertanyakan ketidakjelasan keuntungan untuk masyarakat sekitar. Dibeberapa daerah, masyarakat di sekitar objek pertambangan tidak banyak merasakan manfaat dari kegiatan pertambangan.

Baca Juga  Normalisasi, Dua Sungai di Bandar Lampung akan Dikeruk

Sebaliknya sambung Ulung, justru lingkungan menjadi rusak, lahan pertanian dan perkebunan terkalahkan, permukiman tergusur, serta resistensi sosial meningkat.

 

Selain itu terang Ulung, masih banyak aturan yang harus diselaraskan. Masih banyak kepentingan warga yang harus diperjuangkan dan yang paling penting ada kepentingan alam yang harus dilestarikan.

 

“Polusi dan pencemaran lingkungan menjadi permasalahan yang krusial dan tidak pernah ada solusi,” ujarnya.

 

Untuk itu Ulung meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang Izin tambang yang diberikan kepada PT. Suda Miskin agar mata pencaharian masyarakat tidak tergerus.

Baca Juga  Berprestasi, Tujuh pelajar Papua Kuliah di Universitas AS

“Kami ingin, meskipun izin tambang itu ada di pemerintah, namun jangan sampai mengabaikan masyarakat,” ujarnya.

 

Sebelumnya penolakan datang dari masyarakat Kampung Binong dan kampung Cipeundeuy Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak – Banten.

 

Penolakan dituangkan dalam surat pernyataan yang di tandatangani oleh ratusan warga setempat. Dalam surat tersebut, warga meminta agar PT. Suda Miskin untuk menghentikan semua aktifitas di atas lahan garapan warga.

 

 

 

Saibumi.com jaringan siberindo.co

News Feed