oleh

Dianggap Makanan Ular Kini  “PORANG” Jadi Emasnya Petani

Tulang Bawang, etalaseinfo.com (SMSI) –  Apa itu porang? Tanaman primadona baru asal Sumatera Utara yang laris manis di tiga negara yaitu Cina, Thailand dan Vietnam ini adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amporphophallus Muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman ini lebih dikenal dengan iles-iles. Porang biasanya dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai sebagai bahan baku industri untuk kosmetik, pengental, lem, mie ramen, dan campuran makanan.

Keunggulannya adalah bisa beradaptasi di berbagai macam ketinggian tanah dengan kisaran antara 0-700 m dpl, relatif bisa bertahan di tempat kering, mudah didapatkan, dan memerlukan perawatan minim. Kelebihan lainnya porang bisa ditanam dengan sistem tumpang sari karena memiliki toleransi yang tinggi terhadap naungan yaitu hampir 60%.

Cara penanamannya pun mudah, yaitu hanya dengan menanam potongan umbi batang atau umbi yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Tanaman ini baru bisa menghasilkan umbi yang baik setelah mencapai usia tanam satu tahun dan bisa mencapai masa panen dalam waktu lama.

Dengan prosentase tumbuh benih diatas 90% dan jarak tanam 0,5 m, dibutuhkan benih per hektar berupa umbi sebanyak 1.500 kg (20-30 buah/batang) dan berupa biji sebanyak 300 kg. Pupuk yang digunakan adalah urea 10 gr/lubang, dan SP 36, 5 gr/lubang.

Baca Juga  Dinsos Lambar Salurkan Bantuan Dampak Gajah Liar

Porang merupakan tanaman yang butuh naungan. Naungan yang ideal untuk tanaman porang adalah jati, mahoni, sonokeling, dan sejenisnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan terhadap pohon pelindung agar tanaman pelindung dan tanaman porang dapat tumbuh dengan baik.

Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April-juli (masa dorman). Rata-rata produksi umbi porang berkisar 10 ton per Hektar. Harga umbi porang basah berkisar antara Rp.4.000,- sampai Rp.15.000,- per kg, sementara ketika sudah dikeringkan atau menjadi chip harga berkisar antara Rp. 55.000,- sampai Rp. 65.000,- per kg. (Data 23 februari 2021).

Rilis terakhir Departemen Pertanian 27 maret 2021, porang telah diekspor sebanyak 32.000 ton dengan nilai ekspor mencapai Rp.1,42 trilyun ke negara Jepang, Tiongkok, vietnam, australia dan lainnya pada tahun 2020, ada peningkatan sebesar 160% dari tahun 2019.

Baca Juga  TNI AD & Rakyat Bersinergi Dalam Program TMMD, Bangun Gorong-Gorong Di Lampung Timur

Di Kabupaten Tulang Bawang, Hi. Benu, petani yang tergabung dalam Poktan Jaya Bersama Kampung Bujuk Agung kecamatan Banjar Agung, melaksanakan uji coba komoditas Porang seluas 0,5 Ha.. Berat rata-rata umbi pada saat tanam 0,25 kg. Dalam kurun waktu 6 bulan berat umbi bisa mencapai 1,5 – 2 kg. Namun hasil ini dirasakan belum maksimal karena penggunaan pupuk baik organik maupun kimia masih kurang, saluran drainase belum ada, dan bimbingan dari penyuluh belum sepenuhnya diterapkan. Penulis Bambang Sumantri, S.P.(*)

 

News Feed