Bandarlampung – Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengatakan kasus bom di depan Gereja Katedral Makassar jangan sampai terjadi di Lampung.
“Karena itu, saya juga sudah instruksikan ke kapolres dan jajaran agar kasus di Makassar tidak terjadi di Lampung. Karena selama ini pelaku bom cikal bakalnya banyak berasal dari Lampung. Maka ini kita terus pantau,” kata Kapolda Hendro, saat silaturahmi dengan Pemred media massa di Lampung, di Bandarlampung, Selasa.
Kapolda menegaskan kebijakannya sudah jelas sebagaimana diatur dalam undang-undang menjaga kamtibmas di Lampung harus terus kondusif.
Karena itu, ia juga mengharapkan peran semau pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kasus bom di Makassar tak terjadi di Lampung.
Menurutnya, beberapa hari lagi umat Kristiani akan mengadakan ibadah Jumat Agung dan Paskah karena itu, pengamanan di tempat ibadah juga harus jadi perhatian anggota Polri.
“Jumat Agung dan Paskah jadi perhatian kami, tidak ada libur untuk anggota Polri. Pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup,” katanya pula.
Dalam kesempatan Kapolda juga meminta jajarannya untuk memperhatikan kejahatan konvensional dan penyakit masyarakat seperti pencurian termasuk begal.
“Kebijakan saya soal curas dan curanmor harus tegas. Karena itu penyakit masyarakat. Karena mengambil hak masyarakat harus ditindak tegas,” ujar Kapolda.
Pada silaturahmi itu hadir Wakapolda Lampung Brigjen Subiyanto, Kabid Humas Kombes Zahwani Pandra Arsyad, pejabat utama Polda Lampung, sejumlah pemred media massa di Lampung. (*/cr8)
sumber : lampung.antaranews.com










