oleh

Renfi Alfareza Bocah Berusia 3 Tahun Butuh Bantuan Biaya Berobat

Lampung (Siberindo.co) Renfi Alfareza bocah berusia (3) tahun, anak pasangan dari Dedi Ardiansyah dan Irawati itu warga Desa Margasari  Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur sedang membutuhkan uluran tangan pada orang dermawan kususnya pada Pemerintah, hal itu dikatakanya orang tua Renfi saat ditemui awak media di rumah kontrakanya.

Renfi Alfareza sejak umur satu tahun memang sudah mengidap sakit Mintis (Radang otak) dan saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari orang darmawan yang  berhati mulia untuk biaya terapi kesembuhan anak kesayangannya, Senin (01/03/2021).

Adek Renfi Alfareza terlihat terbaring lemas disebuah rumah kontrakan milik H.Sukardi  di dusun 10 Rt 20 Desa Margasari. Dikarenakan mengidap sakit Minitis (Radang Otak) dan memang terbilang sedang membutuhkan biaya berobat untuk kesembuhanya.

Baca Juga  Polsek Pakuan Ratu Amankan DPO Pelaku Curas Hampir 3 Tahun Buron

Irawati (25) tahun istri dari Dedi Ardiansyah (27) tahun orang tua Renfi Alfareza, sakit sejak kecil yang difonis dokter sakit Minitis mengatakan pekerjaan keseharian bapaknya Renfi sebagi nelayan jaring yang penghasilan seharinya cuma 50.000 ribu terkadang bisa lebih dari 50.000 ribu tapi tidak dapat sama sekali juga pernah.

“Pada umur satu tahun anak saya sehat, terus mulai sakit awalnya panas kejang dan stip bahkan sempat koma. Setelah sadar dari koma itu  di diaknosa oleh dokter penyakit Minitis (Radang otak) dan divonis sudah 100 persen otak syarafnya rusak jadi kemungkinan untuk sembuh itu sangatlah kecil, tetapi saya terus mencoba membawa anak saya di pengobatan fisiotrapi di Sukadana.

Baca Juga  Calon Ketua PWI Lampung Juniardi Pastikan Konferprov Bukan Ajang Poltik

Namun tetap saja tidak ada perubahan, bahkan sudah beberapa kali dan akhirnya saya lakukan dengan trapi herbal dijalan alang-alang blok gentengan dan sudah berjalan dua tahun ini, alhamdulilah ada perkembangan, perubahan buat anak saya, “Katanya seperti dikutip dari Bumi1.com grup Siberindo.co.

Lanjutnya, kalau bantuan dulu pernah ada dari pendamping PKH sekali datang kekontrakan saya memberi pempes, susu dan biskuit pada tahun 2018.  “Sampai sekarang belum ada peninjauan lagi apa lagi bantuan untuk biaya pengobatan anak saya.

“Kalau dari pihak Desa sendiri belum pernah datang menjenguk kontrakan saya, tetapi yang pernah  datang cuma Bidan Desa saja itupun datang menjenguk saja tidak memberikan bantuan apa – apa .”Terangnya.

Baca Juga  Workshop Seni Tari dan Seni Musik Kabupaten Lampung Selatan Di Buka Winarni Nanang Ermanto

Irawati berharap kepada Pemerintah Desa maupun Kecamatan minta bantuanya  agar sekiranya bisa untuk biaya pengobatan trapi anak saya, karena setiap kali trapi itu saya harus mengeluarkan biaya sebesar 100.000 ribu itu untuk biaya trapinya saja, buat obat nebus obatnya belum ada.

Dijelaskannya sudah 2 tahun ini anak saya menjalani trapi herbal, dalam seminggu satu kali trapi, jadi seminggu sekali itu saya harus mengeluarkan uang sebesar 200.000 ribu untuk biaya trapi dan beli obatnya buat kesembuhan anak saya dan saya tinggal dirumah ini hanya ngontrak, rumah ini punya H.Kardi. Renfi ini anak yang kedua, kalau anak pertama saya sehat seperti anak-anak pada umumnya, “Pungkasnya. (Roni)

News Feed