oleh

Rakor Covid, Wali Kota Bandar Lampung Curhat Soal Istrinya yang Dipolitisasi

 

Saibumi.com, Bandarlampung— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Gedung Pusiban, Selasa (19-1-2021).

Dalam rakor itu, Walikota Bandarlampung Herman Hn sempat mengeluhkan terkait istrinya (Eva Dwiana) yang dikaitkan dengan pemberian bantuan sosial.

Herman mengaku tidak pernah melanggar undang-undang yang berlaku. Bahkan, selalu menaati undang-undang.

“Saya selaku walikota melaksanakan undang-undang. Namun apa? Istri saya (Eva Dwiana) dikait-kaitkan,” keluh Herman.

Baca Juga  Bidkum Polda Lampung Berikan Penyuluhan Hukum Bagi Bintara Remaja Polda Lampung

Dia merasa ada pihak yang sengaja menjatuhkan pencalonan istrinya. “Istri saya tidak ada salah dipolitikin. Pak gubernur tau sikap saya. Saya tidak mau dimainin. Tapi karena lagi covid, sangat sedih saya,” sebutnya seperti dilansir harianmomentum.com.

Menurut dia, pembagian bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat tidak pernah mencantumkan nama Eva Dwiana sebagai calon walikota.

“Di beras itu saya tulis Pemerintah Kota Bandarlampung, Walikota Herman Hn. Tidak ada kaitannya dengan pencalonan istri saya,” sebutnya.

Baca Juga  Pasca Perkelahian Pemuda, Situasi Dan Kondisi di Labuhan Maringgai Aman Kondusif

Bahkan, dia mengaku, pada pertengahan September sudah tidak membagikan lagi bantuan berupa beras tersebut.

“Karena sudah memasuki tahapan pilkada. Namun, perlu pak gubernur ketahui, ini merusak undang-undang,” tuturnya.

Dia menyebutkan, yang membagikan beras seluruh kepala daerah di Indonesia. “Bahkan pak gubernur juga. Presiden membagikan juga. Yang menyakitkan apa yang disampaikan tadi, kok Bandarlampung saja yang dimainin,” sebutnya.

Baca Juga  Walikota dan Wakil Hadiri Launching dan Jersey Liga Futsal Profesional Indonesia 2021-2022

Pada kesempatan itu pula, Herman sempat berpamitan kepada Gubernur Arinal Djunaidi dan menyampaikan permohonan maaf.

Terlebih lagi, dia menyatakan, dalam waktu dekat jabatannya sebagai Walikota Bandarlampung akan berakhir.

“Ini menyakitkan bagi saya. 17 Februari ini jabatannya saya akan berakhir. Mungkin pak gubernur ada apa-apa dengan saya, saya minta maaf,” sebutnya.

Dia mengaku tetap akan membuat Lampung lebih lagi, meski sudah tidak menjabat. (Andi)

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed