Saibumi.com, Yogyakarta – Mulai hari Kamis – Jum’at (14-15/1/21) pukul 00.00 – 07.00, Gunung Merapi tidak cuma keluarkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar, tapi juga guguran awan panas. “Puluhan guguran lava pijar sepekan ini terus terjadi hampir setiap hari,” kata Ajad salah satu relawan yang memantau kondisi Merapi di Pos Aju
Arah luncuran material-material panas itu, lanjut Ajad, ke arah sisi barat gunung meski jangkauannya belum signifikan alias tak sampai 1 kilometer dari puncak.Gunung Merapi terus mengeluarkan aktivitas vulkanik yang tinggi selama fase Erupsi 2021.
Lebih lanjut Ajad menjelaskan di dalam POS PEMANTAUAN GUNUNG Merapi AJU, tiap hari siaga 30 personil. “Terdiri dari TIM SAR, TNI dan Polri juga relawan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Biwara Yuswantana, yang dihubungi padaJum’at, 15 Januari 2021 mengatakanaktivitas gunung Merapi mengalami peningkatan yang signifikan dengan munculnya kubah lava.
“Dengan peningkatan aktivitas Merapi dan sudah munculnya kubah lava, (kemungkinan perluasan radius bahaya) telah kami bahas dengan BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi),” ujar Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Biwara Yuswantana.
Biwara mengisyaratkan, Pemerintah Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman saat ini sudah dalam posisi bersiap jika sewaktu-waktu jangkauan radius bahaya Erupsi itu terus meluas atau lebih jauh serta mengancam keselamatan warga.
Saat ini wilayah desa-desa di Sleman yang masih dikosongkan dari penduduk karena potensi Erupsi itu belum berubah, yakni Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem), dan Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) yang seluruhnya berada di Kecamatan Cangkringan.
“Dari pembahasan terakhir, radius bahaya Erupsi Merapi saat ini masih di bawah 5 kilometer dari puncak, artinya masih aman (dari pusat penduduk/pengungsi),” ujarnya.
Biwara menuturkan, meski dikategorikan luncuran material Merapi saat ini masih aman, namun sejumlah persiapan jika tiba-tiba status Merapi naik menjadi Awas memang sudah dilakukan.
“Khususnya untuk mengamankan warga di desa-desa Sleman sisi barat, kami menyiagakan total 12 barak pengungsian yang sudah disekat-sekat sebagai antisipasi Covid-19 juga,” ujarnya.
Senada dengan Biwara, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan Gunung Merapi masih kembali mengeluarkan guguran lava pijar cukup intens.
Di dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 15 Januari 2021 pukul 00.00 WIB-07.00 WIB visual asap kawah tidak teramati.
“Terjadi guguran lava pijar 1 kali,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 14-15 Januari 2021 pukul 00.00 WIB – 07.00 WIB, Jumat (15/1/2021). (Tuti/andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








