oleh

Cerita Kompol Robi Wicaksono Sempat Dilarang Main Tenis oleh Senior

Bandar Lampung – Seorang pria dengan perawakan atletis terlihat asyik bermain tenis di kompleks Kantor Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung, akhir pekan lalu.

Poin demi poin diraihnya melalui pukulan forehand spin dan overhead yang akurat.

Pria tersebut adalah Kompol Robi Wicaksono, Wakapolres Lampung Barat.

Meski saat ini sudah bertugas di Lampung Barat, tepatnya sejak Juli 2022 lalu, Robi selalu rutin berlatih tenis bersama klub Tri Tennis Club (TTC).

Sama seperti saat ia masih menjabat Kapolsek Telukbetung Utara beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Palembang, 30 Maret 1975 ini mengaku kali pertama mengenal olahraga tenis saat masih menjadi bintara pada 2001 silam.
Kala itu ia bertugas di Pusdik Brimobda Watukosek Surabaya, Jawa Timur.

“Waktu masih jadi bintara, saya coba-coba main tenis. Tapi banyak senior yang melarang saya. ‘Bintara gak boleh main tenis.’ Begitu kata mereka,” kata Robi mengenang pengalamannya mulai belajar bermain tenis.

Baca Juga  Gelar Apel, KADIVPAS Beri Penghargaan Atas Upaya Penggagalan Penyelundupan Narkoba

Lima tahun berselang, yakni pada 2006, Robi ditugaskan ke Brimobda Lampung.

Ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakil Komandan Kompi Natar.

Di lingkungan baru, Robi sempat beralih menekuni olahraga menembak.

Namun, ia merasa tidak cocok dengan olahraga ini.

“Biayanya mahal. Beli peluru aja Rp 2 juta. Sekotaknya Rp 500 ribu. Akhirnya saya kembali main tenis lagi,” imbuh Robi.

Saat menduduki posisi Danden Gegana Brimobda Lampung, Robi perlahan mulai meninggalkan olahraga menembak.
Ia pun kembali menekuni ke olahraga kesukaannya, yakni tenis.

Apalagi saat menjabat Kapolsek Telukbetung Utara, Robi semakin rutin bermain tenis lagi.

Dengan mengusung semangat silaturahmi, pria ramah ini kerap menyambangi beberapa lapangan tenis, seperti di lapangan indoor Pahoman, PLN Rajabasa, hingga kantor Dinas Pertanian.

Baca Juga  Polsek Pugung Limpahkan Pencurian HP ke Kejaksaan

Terhitung mulai Juli 2022, Robi menempati posisi baru sebagai Wakapolres Lampung Barat.
Di tempat barunya, ia masih rutin bermain tenis.
Melihat kondisi lapangan tenis di Liwa yang kusam, Robi pun berinisiatif untuk memperbaikinya.

Gayung bersambut, Bank BRI Liwa bersedia memberikan bantuan pengecatan lapangan.
“Alhamdulillah, Bank BRI mau bantu kita buat pengecatan lapangan,” ujar Robi.

“Saya sih cuma berharap pertenisan di Lampung Barat bisa berkembang seperti daerah lainnya,” lanjutnya.

Ditembaki Tentara Sudan

Sebagai anggota polisi, Robi tentunya memiliki banyak pengalaman yang berkesan.
Salah satunya adalah saat menjadi anggota pasukan perdamaian PBB.

Ia mengenang pengalaman mencekam ketika bertugas sebagai Police Formed Unit FPU 4 Darpur Sudan pada 2011.

Robi, yang waktu itu masih berpangkat inspektur polisi satu (iptu), terlibat dalam upaya penyelamatan seorang wanita yang hendak melahirkan.

Baca Juga  Bunda Winarni Berikan Dukungan dan Bantuan Bibit Saat Kunjungi KWT Nusa Indah di Palas

 “Saat itu di Sudan sedang diberlakukan jam malam. Nah, pas jam 12 malam kami dapat kabar ada seorang ibu yang mau melahirkan. Kami pun berusaha membawanya ke rumah sakit pakai mobil Barracuda,” beber Robi.

Namun, ia dan pasukannya malah diberondong tembakan oleh tentara Sudan.

Beruntung, aksi penembakan tersebut berakhir setelah pihaknya bisa berkomunikasi dengan pasukan setempat.

“Setelah ada komunikasi, kami pun diperbolehkan lewat,” ucap Robi.

Robi menambahkan, rupanya misi gagah berani itu terdengar oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon.

Hal itu diketahui setelah Ban Ki-Moon menelepon Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sekjen PBB telepon SBY untuk menyampaikan apresiasi,” sambung Robi.

( Tribunlampung.co.id / Daniel Tri Hardanto )

News Feed