Warga Desa Negerisakti Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, Lampung, resah adanya tempat fotokopi dan warung yang dijadikan losmen melati. Sebabnya, losmen ini kerap dijadikan tempat berbuat mesum.
Keresahan itu terbukti. Saat warga mendatangi losmen itu Rabu (30/12) sekitar pukul 11.00 WIB, ada tiga pasangan muda yang berada dalam kamar.
Kepala Desa Negerisakti, Gema Sukma Jaya mengungkapkan, saat itu warga desa setempat hendak memasang spanduk petisi penutupan losmen.
Pemasangan spanduk adalah buntut dari keresahan warga yang kerap menemui pasangan mesum memanfaatkan losmen untuk berbuat asusila.
“Losmen tersebut memang tanpa izin, modusnya kan usaha fotokopi dan warung sejak 2015 lalu. Sudah sering kita peringatkan untuk tutup, karena selain izinnya tidak ada, losmen itu sering dipake pasangan untuk berbuat asusila,” terang Gema seperti dilansir RMOLLampung.id.
Gema menuturkan, mulanya masyarakat yang resah terhadap penginapan tersebut berencana membentangkan spanduk petisi yang ditandatangani puluhan perwakilan warga.
“Namun, saat ada warga yang masuk penginapan ternyata mendapati tiga pasangan sedang menyewa kamar dan diduga berbuat asusila, bahkan menurut warga salah satu pasangan dalam posisi tidak berbusana,” tuturnya.
Dari keterangan ketiga pasangan tersebut, didapati salah satunya belum memiliki ikatan perkawinan yang sah. Sementara dua yang lain telah menikah.
“Kami minta kepada pihak keluarga bagi pasangan yang belum menikah untuk datang ke Balai Desa Negerisakti, dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi,” tambahnya.
Pasangan yang tidak bisa menunjukkan surat nikah Ws (26) warga Kecamatan Kedondong dan IS (33) warga Kecamatan Padangcermin.
Atas kejadian tersebut, aparat desa setempat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas segera melakukan mediasi secara kekeluargaan.
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








