BANDUNG BARAT,- Sejumlah Pedagang Pasar Tagog yang berada di Tempat Pedagang Berjualan Sementara (TPBS) di jalan Gedong Lima, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat menggelar aksi turun ke jalan menuntut agar pintu belakang TPBS Dibuka, Selasa (29/12).
Hal itu mereka lakukan karena berdampak pada sepinya omset jualan mereka.
Salah seorang pedagang di TPBS, Usep (66) mengatakan dirinya atas nama para pedagang pasar Tagog yang berjualan di TPBS Gedong Lima Padalarang meminta kepada pihak pemerintah maupun PT Bina Bangun Persada agar pintu belakang TPBS dibuka.
“Tolong dibereskan juga aturan angkutan umum mobil pribadi atau juga motor semua biar bisa masuk,” katanya saat ditemui, Selasa (29/12).
Ia menjelaskan, ada pedagang yang seminggu lamanya tidak ada yang membeli satupun. Padahal di sisi itu mereka harus rutin membayar karcis yang dirasa cukup membebankan dan memberatkan.
“Dp 30persen trus lagi karcisnya, masa mau dibuang begitu saja. Jadi pintu gerbang belakang ini harus dibuka, kalo tidak ini semua bisa dibongkar oleh pedagang,” tegasnya.
Ia pun berpesan, kepada Pemkab Bandung Barat harus siger tengah [Responship] karena para pedagang di pasar Curug Agung dan pedagang di TPBS Pasar Tagog sama anak dari pemerintahan.
“Apalagi kan para pedagang lagi enak-enak dagang di pasar Tagog disuruh pindah kesini, tapi maaf ini kan program pemerintah. Tapi kalau kita mau balik lagi ke sana (Pasar Tagog) pas rumah (kios) sudah dibongkar mau kemana,” tutupnya seperti dilansir PenaKu jaringan Siberindo.co.
Sementara Dewi salah satu Pedagang di Pasar Curug Agung mengancam tidak akan membayar retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Kami sebagai pedagang Gedung Lima tidak akan membayar retribusi kepada Pemerintah KBB kalau pintu ini tidak dibuka,” cetusnya. (Andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








