Wali Kota Bandarlampung, Herman HN menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka untuk TK, SD dan SMP hingga April 2021 mendatang. Pasalnya, Kota Bandarlampung masih masuk zona merah penyebaran Covid-19.
“Kalau zona merah, kuning saja gak bisa (KBM secara tatap muka), harus zona hijau. Kita belum, zona hijau masih jauh, sekarang masih merah. Kita jangan beranilah, ini kepentingan rakyat yang harus kita selamatkan,” kata Herman HN usai meninjau pembangunan flyover Sultan Agung, Selasa (29/12).
Menurutnya, ia akan membuat surat edaran untuk menunda KBM secara tatap muka hingga 4 April. “Kita lihat suasana, saya akan membuat surat edaran tanggal 4 atau 5 April untuk KBM tatap muka, mudah-mudahan udah gak banyak lagi (penyebarkan Covid-19),” ujarnya.
Lanjutnya, jika Pemerintah Provinsi Lampung sudah memperbolehkan KBM tatap muka untuk tingkat SMA, maka ia mempersilakan namun tidak ingin bertanggungjawab jika terjadi penambahan jumlah terpapar Covid-19.
“Seharusnya mengikuti aturan walikotanya, memang kewenangan gubernur, tapi kita lihat suasana. Kita jangan mengorbankan rakyat, rakyat itu utama bagi kita,” jelasnya seperti dilansir RMOLLampung.id.
Ia juga meminta kepada seluruh siswa bersabar, karena pandemi Covid-19 bukan hanya Indonesia melainkan dunia.
“Saya minta anak-anak belajar di rumah dengan baik, baca buku, belajar, dan ngaji. Saya yakin Allah akan membuat lebih pintar lagi, lebih cerah lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sebelumnya, rencana KBM tatap muka di Bandarlampung Januari 2021. Namun, karena penyebarn Covid-19 terus bertambah, ditunda Februari 2021. (Andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








