Bandarlampung – DPRD Lampung mengingatkan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tidak menghabiskan guyuran modal Rp30,39 miliar dari pemprov.
Anggota DPRD Noverisman Subing, mengatakan BUMD yang sekarang harus bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita harapkan BUMD bisa meningkatkan PAD. Bukan seperti yang lalu-lalu nggak ada PAD yang masuk, tapi justru sebaliknya modal yang diberikan ludes hanya untuk biaya operasional,” katanya, Senin (21/12) di Ruang Komisi V DPRD Lampung seperti dilansir RMOL.id.
Ia mengatakan jika para Direksi BUMD tidak bisa meningkatkan PAD dan justru hanya menghabiskan APBD, maka akan dikenakan sanski sesu “Mereka harus mundur dan mereka sudah buat pakta integritas di hadapan gubernur. Kalau tidak berhasil dalam jangka waktu dua tahun, maka mereka mundur,” katanya.
Menurutnya, sebagai konsekuensi nanti DPRD akan mendorong BPKP untuk melakukan audit ada kerugian atau tidaknya.
“Iya, kita akan mendorong BPKP untuk melakukan audit untuk mengetahui ada atau tidaknya kerugian negara. Kalau ada itu akan menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” ucapnya.
Sebelumnya, Wagub Chusnunia Chalim mengatakan selisih anggaran belanja dan pendapatan akan digunakan untuk pembiayaan daerah berupa penambahan penyertaan modal investasi BUMD Rp30,39 miliar.
“Penambahan penyertaan modal investasi BUMD Rp30,39 miliar dan pendapatan daerah Lampung tahun 2021 dipoyeksikan mencapai Rp7,279 triliun,” katanya.ai dengan pakta integrasi yang disepakati.(Andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








