Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung, Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi atau yang akrab disapa Herman H.N akan mendapatkan penghargaan dari Universitas Lampung. Yakni berupa penghargaan non-akademik atas jasanya memajukan pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.
Seperti yang diungkapkan saat konferensi pers oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Rektorat, Rabu 22 Juli 2020.
Asep didampingi oleh Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., sebagai ketua panitia pemberian penghargaan serta Nanang Trenggono Kahfie Nazaruddin selaku Jubir Rektor Unila.
“Walikota dalam beberapa tahun terakhir telah menggelontorkan bantuan dana bagi Universitas Lampung sekitar Rp74 miliar yang dialokasikan untuk membangun tiga bagian gedung Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dan satu gedung kuliah di Fakultas Kedokteran Unila,” ujar Asep Sukohar.
Akademisi Fakultas Kedokteran Unila ini menjelaskan, walikota pada tahun depan juga berencana menggulirkan kembali bantuan dana senilai Rp27 miliar untuk pembangunan gedung kuliah fakultas teknik dan Rp5 miliar untuk membantu renovasi Masjid Al Wasi’i.
Harapan rektor dan jajaran, bagaimana apresiasi dan tanda terima kasih ini akan memotivasi kepala daerah lain, pengusaha, dan korporasi di Lampung agar bersama-sama memajukan bidang pendidikan, khususnya Universitas Lampung. Majunya Unila diharapkan tidak hanya tergantung warga Unila sendiri, tapi juga kontribusi pemerintah kabupaten/kota.
Habib selaku ketua tim penganugerahan mengungkapkan, berdasarkan status Unila, Rektor Prof. Karomani diamanahkan untuk menjalankan fungsi akademik dan nonakademik. Fungsi non-akademik, tentu saja rektor harus membangun jejaring dengan berbagai pihak di luar kampus dalam rangka menyokong pembangunan di lingkungan Unila.
“Meski sektor pendidikan tinggi bukan kewenangan pemerintah kota, namun wali kota punya komitmen bahwa Unila yang secara geografis berada di Bandarlampung, harus maju. Selain itu, wali kota menilai kebutuhan layanan kesehatan memang diperlukan di Bandarlampung,” pungkasnya.(eva)











Komentar