oleh

Disebut Berita Bohong, 14 Warga Kalimiring Tolak Dites Covid-19

BANDAR LAMPUNG, FS – Entah keterbatasan informasi atau takut diisolasi bila dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Setidaknya terdapat 14 warga Pekon Kalimiring, Kecamatan Kotaagung Barat, Tanggamus, menolak mengikuti swab tes dan rapid test.

Mereka beranggapan pendemi Covid-19 ini hanya berita bohong belaka yang dibuat seolah-olah nyata.

Alasan penolakan warga ini dilontarkan oleh Kepala UPT Puskesmas Negarabatin Poniah yang mengaku kesulitan menjalani tugasnya,.

Baca Juga  Syarat CPNS, RS Jiwa Provinsi Lampung Berpotensi jadi Kluster Penyebaran Covid-19

“Intinya mereka tidak percaya ada Covid-19, mereka juga bilang sehat-sehat dan tidak mungkin tertular, mereka bilang itu hoax, jadi ladang bisnis, dan ketakutan. Kalau menurut saya ini faktor SDM, dimana warga Kalimiring ini SDM-nya kurang,” kata Poniah, Kamis (5/11).

Sebelumnya, 35 warga di sana diharuskan menjalani tes pasca mengikuti ritual keagamaan yang juga dihadiri seorang positif Covid-19 yang kini sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Daerah Batin Mangunang Tanggamus.

Baca Juga  GeNose C19 Karya Anak Bangsa yang Bermanfaat Bagi Industri Pariwisata

Namun, hanya 20 warga yang bersedia di-rapid tes dan 8 lainnya menjalani swab tes  di puskesmas tersebut.

Untuk itu, Kepala Pekon Kalimiring Tanjili akan berupaya membujuk 14 warganya  yang menolak tadi untuk menjalani tes.

“Mereka semua ketakutan. Padahal kami dan tim sudah berusaha membujuk, mengedukasi masyarakat namun itulah hasilnya. Bahkan pada saat hari pelaksanaannya rapid dan swab, kami lakukan penjemputan kerumah kediaman yang bersangkutan, namun ternyata orang-orang tersebut pada tidak ada di rumah,” katanya.(FS/BUD)

News Feed