Lampung (Bumi1.com) Kisah pilu tukang parkir dibawah terik panasnya sinar matahari ini, warga Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur yang berpropesi sebagai tukang parkir kendaraan di Pasar Simpang Sribhawono tepatnya di jalan raya Lintas Pantai Timur, Minggu (18/10/2020).
Pantauan awak media terlihat jelas di lokasi tempat bekerjanya M.Robin Aswi Arifin sebagai tukang parkir, tepatnya di jalan raya Lintas Pantai Timur Pasar Simpang Sribhawono, dibawah terik sinar matahari tidak menjadi suatu penghalang buat sosok ayah dari adinda M.Haqki Madani tetap tegar semangat untuk mengais rezeki demi sibuah hatinya serta keluarga.
M.Robin Aswi Arifin saat ditemui dilokasi tempat kerjanya parkir mengatakan ya saya sebagai pekerja tukang parkir di Pasar Simpang Sribhawono, yang bekerja disetiap hari-hari pasaran saja dalam seminggu ada 3 kali kerja untuk buka parkirnya.
Untuk mulai aktivitas bekerja saya buka lahan parkir dari pukul 7:30 wib atau jam setengah delapan sampai dengan pukul 12:00 wib menjelang dzuhur sudah selesai, lalu saya tutup lahan parkir saya.”Jelasnya.
Lanjutnya, untuk lahan parkir tempat saya bekerja yang saya kelola ini hanya cuma bisa menampung kurang lebih 15 unit motor dan setiap unit motor yang parkir di areal parkir yang saya kelola hanya saya pungut biaya sebesar 2000 rupiah saja.
“Jadi kalau untuk penghasilan saya setiap buka parkir dan disetiap hari pasaran ini ya hanya mendapatkan hasil dibawah 100.000 ribu saja, tetapi saya tekuni pekerjaan tukang parkir ini sudah selama 3 tahun ini, selain itu juga saya terkadang ngojek.”Kata M. Robin dengan nada semangat saat memberikan penjelasanya.
M.Robin menambahkan, ya ini demi memberikan nafkah keluarga, istri dan anak saya M.Haqki Madani yang saat ini sedang dalam proses pengobatan yaitu pengobatan trapi dalam 1 Minggu 2 kali ke Metro dan kontrol ke Dokter spesialis anak di rumah sakit AKA 1 bulan sekali, “Tuturnya dengan nada sedih. (Roni).










