Lampung (Bumi1.com) Hadi Suyanto petani sayuran asal Desa Mataram Baru Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur mengeluhkan harga sayuran yang semakin anjlok drastis saat pandemik Covid-19 sekarang ini, hal itu dikatakanya pada saat dijumpai di kebun miliknya, Kamis (01/10/2020).
Petani sayuran Lampung Timur ini sangat menyayangkan dengan harga sayuran yang saat ini sedang anjlok berkisaran harganya 2500 sampai 3000 perkilonya bahka tidak stabil seperti harga dikala sebelum pandemik Covid-19 melanda saat ini.
Perkebunan sayuran yang luasnya mencapai seperempat hektar yang ditanami sayuran jenis Gambas,Terong dan Timun milik Hadi Suyanto warga dusun 05 Rt15 Desa Mataram Baru Kecamatan Mataram Baru, sangat mengeluh dengan harga yang cukup rendah.
Hadi Suyanto dalam penjelasanya pada Bumi1.com dikebunya mengatakan anjloknya harga Sayur-sayuran yang ditanamnya bisa membuat perekonomian para petani sayuran semakin terpuruk, apa lagi dijaman pandemik Covid-19 ini, rabuk sangat sulit dan susah didapatkan, itupun harga rabuk sangat mahal.
“Pas dulu sebelum pandemik Covid-19 harga sayuran masih stabil dengan harga jual 5000 sampai 6000 rupiah perkilonya, namun sekarang harga berkisar 2500 perkilo buat Gambas kalau Terong sama Timun cuman di beli 2000 perkilonya itupun kita jual ke tengkulak atau pengepul sayuran. “Kata Hadi dalam penjelasanya.
Lanjut Hadi untuk panen pertama di awal waktu itu kita jual dengan harga 2500 rupiah perkilonya, itu sama tengkulak terima dari kita. “Tetapi kalau buat para pengecer masih bisa jual dengan harga jual 4500 sampai 5000 rupiah perkilonya.
“Harapan saya kepada Pemerintah agar bisa memikirkan nasib para petani saat ini apa lagi dengan harga jual sayuran dipasaran buat sekarang ini sangat murah agar sekiranya segera di stabilkan dan pulih lagi seperti semula.”Pintanya.
Menurutnya, dengan harga stabil supaya bisa meningkatkan perekonomian para petani sayuran dan khususnya buat para petani-petani lainnya, bukan pada petani sayuran saja seperti saya ini. ”Pungkasnya. (Roni)










