oleh

Dulu Tengkulak Pisang, Kini Suherman Jabat Ketua DPRD Pringsewu

 

Saibumi.com, Pringsewu – Sebelum sukses berkiprah di dunia politik dan menjadi Ketua DPRD dari Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, Lampung, Suherman, pernah mengalami hidup susah dan bekerja serabutan.

Mulai tengkulak/jual-beli pisang hingga berjualan sayuran di Pasar Cikupa Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Ia juga tidak pernah menyangka berawal dari kain 10 kilo yang diberikan oleh temannya, mengantarkan dia menjadi pengusaha kain perca dengan omset puluhan juta per/bulannya.

Bukan hanya itu, usaha kain perca yang digelutinya sejak tahun 1997 tersebut, mengantarkan Suherman menjabat kepala pekon hingga menjadi anggota legislatif pada tahun 2014-2019,  sekaligus Ketua DPRD dari tahun 2019-2024.

“Dulunya saya cuma penjual pisang dan pedagang sayuran di Pasar Cikupa, Tangerang. Tapi hanya bertahan 5 tahun. Saat itu, saya diberikan kain 10 kilo dari seorang teman, dan kain tersebut saya bawa pulang ke Pringsewu. Dan saya mencoba bisnis kain ini untuk didaur ulang  dijadikan berbagai macam inovasi produk rumah tangga,” ungkap Suherman saat ditemui di rumahnya, RT 09 Dusun 2, Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Pringsewu Sabtu (30/1).

Baca Juga  Kota Metro Raih Lima Penghargaan Dan Lima Besar Kabupaten/Kota STBN Berkelanjutan

Bermacam-macam produk kerajinan rumah tangga yang ia buat, seperti sarung bantal, sarung guling, keset, seprai, dan sarung kasur.

“Dulu pas baru awal merintis saya cuma pakai bahan perca 10 ton. Kalau sekarang bahan perca tersebut dipasok sampai 100 ton untuk para pengrajin kain perca di Kecamatan Banyumas, Sukoharjo, Adiluwih, dan Pagelaran Utara,” tambahnya.

Berkat keuletannya di bidang perindustrian kain perca tersebut, ia bahkan mendapatkan penghargaan Upakarti dari Presiden SBY tahun 2012. Dan juga penghargaan Paramakarya dari Menteri Perindustrian.

Baca Juga  Gadis di bawah Umur Dirudapaksa Hingga Hamil 4 Bulan Pelaku Dipolisikan

“Alhamdulillah saya bisa ketemu Presiden di Jakarta, dari 257 peserta yang diambil hanya 6 orang. Dan saya bisa membawa harum nama Pringsewu di kancah Nasional. Yang paling terpenting, saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap dia.

Momen-momen kunjungan kerja selama dia menjabat sebagai anggota DPRD juga mengilhami untuk menginovasi hasil produk kerajinan rumah tangga.

Salah satunya adalah pembuatan keset anyam yang berasal dari bekas sisa bahan tali yang tidak terpakai.

“Nih keset anyam ini dibuat dari  bahan-bahan sisa. Saya belajar ketika saya kunker, bahan-bahan tali ini  tadinya dibuang dan dibakar, tapi ilmu yang saya dapati ketika kunker , bahan sisa tali ini ternyata bisa dijadikan kembali sebagai keset anyam,” terang Suherman sambil menunjukkan hasil keset anyam seperti dilansir RMOLLampung.id.

Baca Juga  Satnarkoba Polres Lamsel, Kembali Berhasil Amankan Narkoba dan 6 Tersangka di Bakauheni

Bahkan, di tengah Pandemi Covid-19 ini, malah menjadi berkah untuk Suherman, salah satunya adalah peningkatan pesanan masker.

“Di masa pandemi Covid ini, pesanan masker jadi meningkat, sampai sekarang total masker yang sudah diproduksi hingga 400.000 pcs masker yang dijual kisaran harga Rp3.500-5.000 tiap pcs,” tuturnya.

Kini, usaha kain perca yang ditekuni Suherman selama 24 tahun, sudah dipasarkan ke seluruh pelosok Sumatera, dari Lampung sampai Aceh.

“Untuk permintaan paling besar ya dari Palembang itu. Alhamdulillah saat ini omset selama sebulan bisa mencapai Rp40 juta,” pungkasnya.(andi)

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed