Bandar Lampung – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung menyebutkan, pada libur Natal 2020 dan menyambut Tahun Baru 2021, tingkat hunian kamar hotel di provinsi ini hanya mencapai 70 persen, dari target 90 persen.
“Kalau untuk Desember ini saja hunian kamar hotel capai 70 persen, meskipun awalnya kami memiliki target 90 persen bulan ini,” kata Sekretaris PHRI Lampung, Friandi Indrawan, dilansir dari Suaralampung.id– jaringan Saibumi.com — grup Suara.com pada Senin, 28 Desember 2020.
Menurutnya, beberapa faktor yang sangat mempengaruhi tidak tercapainya target 90 persen pada bulan in,i yakni perubahan jadwal libur yang seharusnya dalam satu rangkaian sekarang dibagi menjadi dua sesi.
Kemudian, adanya kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah terkait tes cepat (rapid test) antigen bila ke luar daerah serta surat edaran yang menghimbau tidak diperbolehkan menyelenggarakan perayaan malam tahun baru.
“Artinya Covid-19 secara keseluruhan mempengaruhi tingkat hunian dan target-target dari kami,” jelas Friandi.
Da juga mengatakan, dari adanya pengetatan-pengetatan masuk ke Lampung tersebut, 10 persen tamu yang sudah memesan kamar sejak jauh hari, membatalkan pesanannya.
“Awal Desember saya mencatat dari kawan-kawan bahwa kamar hotel sudah banyak yang memesan sekitar 75 sampai 80 persen untuk akhir tahun nanti. Tapi mendekati hari inti banyak dari mereka yang membatalkan. Ya sekitar 10 persenan,” urainya.
Namun, apabila dibandingkan dengan semester pertama, pada semester kedua ini sudah terlihat peningkatan pengunjung dari hotel-hotel atau restoran.
“Kita tahu, pada semester pertama awal Covid-19 merebak dunia perhotelan terpuruk bahkan hunian kamar hanya 5 persen saja. Tapi secara keseluruhan di semester dua ini hingga Desember ini hunian kamar hotel di Lampung saya perkirakan ada di angka 55 sampai 65 persen,” terang Friandi. (Andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








