Kalianda, etalaseinfo.com (SMSI) – Dukungan masyarakat untuk jajaran Polda Lampung khususnya Polres Lampung Selatan (Lamsel) dalam menindak tegas segala bentuk kejahatan di wilayah hukum setempat terus mengalir.
Kali ini dukungan datang dari kalangan alim ulama, yakni ulama kondang Ustadz Ahmad Al-Habsy turut menyampaikan dukungannya kepada Kapolda Lampung dalam mengambil tindakan tegas memberantas tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau sering dikenal C3.
Dukungan itu sendiri disampaikan dalam bentuk video berdurasi pendek, dimana sang ustadz kondang mengatakan aparat kepolisian yang menjaga ketertiban dan keamanan serta keselamatan masyarakat bahkan tak jarang mempertaruhkan nyawa petugas karena Allah SWT semata, maka nilainya akan menjadi jihad di hadapan-Nya.
“Saya Ahmad Al-Habsy mendukung Polda Lampung dalam memberantas curanmor, curat dan curas. Mudah-mudahan ini menjadi jihad untuk kita semua,” kata ustadz yang sering berdakwah di televisi nasional itu, Jum’at (28/5/2021//).
Tak berhenti disitu, berbagai kalangan di wilayah Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, berbondong-bondong juga menyampaikan dukungan.
Diantaranya, Pimpinan pondok pesantren Alquranul Al Ikhlas Salman Farsi Osaga, Tokoh Pemuda Desa Talang Jawa Ahmad Sidik Pamungkas, Kepala Desa Baru Ranji, Ketua RT 05 Dusun Talang Jawa Desa Talang Jawa Purnomo, Kepala Dusun Talang Jawa Desa Talang Jawa Mujiono dan perangkat Desa Karang Raja Satibi.
Seakan tak mau ketinggalan, bermunculan suara dukungan dari daerah lainnya yakni, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Candipuro Hidayatul Mustofa, warga Kecamatan Candipuro Agus Sutanto, warga Desa Banyumas Kecamatan Candipuro Slamet serta warga Dusun Kedung Watas Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Adi Marmun. Mereka ikut menyuarakan dukungan kepada aparat kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan C3 yang sudah meresahkan masyarakat luas.
“Mendukung kinerja aparat kepolisian untuk memberantas pembegalan kendaraan bermotor, yang mana telah meresahkan masyarakat sekitar. Secara tegas, hidup ataupun mati,” pungkas Salman Farsi Osaga. (Humas)










