oleh

Kisah PL di Bandung: Anak-anak Harus Sekolah Tinggi

KOTA BANDUNG,- Dunia malam yang lekat dengan hiburan memang kerap mewarnai kehenginan di setiap kota, terlebih di kota-kota besar seperti di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Bahkan, di kota-kota kecil sekalipun tak jarang bisa dijumpai.

 

Awak media melakukan perjalanan di Kota Bandung Jawa Barat dan menyambangi salah satu tempat hiburan karaoke untuk mengupas segala sisi.

 

Menarik dan mengharukan ketika awak media mewawancarai salah satu wanita berinisial A [nama disamarkan] yang biasa bekerja di tempat tersebut. Ia berprofesi sebagai seorang PL (Pemandu Lagu).

 

Ternyata ada sekelumit problematika kehidupan yang dialami wanita tersebut.

Baca Juga  Pemkab Lampung Selatan dan Coca Cola Amatil Indonsia Tanam Pohon di Kebun Edukasi Saat Peringati Hari Air Sedunia

A terjun ke dunia malam berangkat dengan satu motivasi bagaimana caranya agar keberlangsungan ekonomi keluarga tetap berjalan. Apalagi di saat seperti masa pandemi sekarang ini.

 

“Aku sebenarnya malu bekerja seperti ini, tapi mau gimana lagi, anak-anak butuh susu dan makan,” cetus A kepada awak media di sebuah tempat hiburan di kawasan Buah Batu Kota Bandung, Minggu (27/12) malam.

 

Tak begitu tabu jika seseorang berprofesi sebagai seorang PL, hanya saja memang profesi tersebut seakan selalu erat menempel dengan dunia malam, yang secara tidak langsung konotasinya selalu berlainan di pandang masyarakat.

Baca Juga  Jajaran Polsek Penengahan Berhasil Mengungkap Pelaku Spesialis Pencurian HP

 

A kembali bercerita meneruskan obrolannya di sela-sela menungggu para tamu yang memanggilnya untuk mengibur dengan lantunan suara merdu-nya.

 

Di balik perjuangannya itu, ternyata tersembunyi harapan mulia A yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga dan menjadi single parent untuk masa depan anaknya.

 

“Mereka harus sekolah tinggi jangan seperti ibunya,” ujar A sambil menatap ke atas seakan berbicara pada Tuhan dengan penuh pengharapan.

 

A memiliki tiga orang anak yang harus dipikul biayanya setiap hari dan harus terpenuhi. Pernah ia sebelumnya bekerja di tempat lain dan bukan di tempat hiburan seperti yang sekarang A geluti. Hanya saja, menurutnya, gaji yang tak sebanding dengan jam kerja yang begitu panjang. Akhirnya keputusan terberat harus diambil.

Baca Juga  Naskah Perjanjian Hibah Tanah Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Haji dan Umroh Lamteng Ditandatangani

 

“Apapun yang aku lakukan adalah demi masa depan anak-anak,” jawabnya.

 

A mengaku tidak ada tempat berharap selain kepada dirinya sendiri, karena suaminya telah lama pergi dari kehidupan dirinya dan anak-anaknya.

 

Kini A tengah mengayuh roda kehidupan dengan sejuta harapan di dalam dunia malam untuk mendapat pundi-pundi dari para klien.

(PenaKu jaringan Siberindo.co)

 

 

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

 

News Feed