oleh

Cedera Saat Olahraga, Begini yang Harus Dilakukan

 

Saibumi.com – Saat kita melakukan aktivitas fisik, risiko cedera pasti akan selalu ada. Entah itu kram, keseleo, luka infeksi, hingga yang terparah patah tulang. Sayangnya, masih sedikit orang yang paham bagaimana pertolongan pertama saat cedera olahraga atau aktivitas fisik terjadi.

“Cedera terjadi akibat gerakan berulang yang terlalu banyak atau terlalu cepat. Cedera juga dapat berupa trauma karena benturan atau gerakan melebihi kemampuan,” ujar Dokter Spesialis Bedah Ortopedi, Konsultan Sports Injury dan Arthroskopi, dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT (K) dalam webinar virtual RS Pondok Indah group beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Monitoring dan Evaluasi Wahdi Minta Pelayanan Rumah Sakit Harus Optimal

Dilansir suara.com jaringan saibumi.com, berikut penanganan pertama cedera olahraga yang bisa dilakukan masyarakat awam, menurut dr. Andi.

1. Memberikan perlindungan
Segera hentikan aktivitas olahraga, pindah dari lokasi cedera (atau dibantu oleh orang lain yang menolong untuk dipindahkan dari lokasi cedera). Misalnya cedera saat jogging, segera dipindahkan ke tempat yang aman dan menjauhi jalanan dan keramaian.

2. Mengistirahatkan bagian yang cedera
Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, segera berhenti olahraga dan jangan melakukan gerakan apapun pada bagian tubuh yang cedera, serta hindari memberi beban pada daerah yang cedera.

Baca Juga  Ikhtiar Hadapi Pandemi, El Pualam gelar Istighosah

“Atau jika cedera kaki, bisa menggunakan tongkat atau kruk untuk berjalan,” ungkap dr. Andi.

3. Pemberian es
Es bisa mengurangi pendarahan atau pembengkakan. Caranya ambil dan letakkan ice pack atau es batu yang dibungkus handuk pada tubuh yang mengalami cedera. Kompres selama 15 hingga 20 menit selama 2 jam sekali.

Proses ini bisa juga dilakukan 5 hingga 8 kali sehari, khususnya di 2 hari pertama cedera terjadi.

Baca Juga  Wabup Pringsewu Lepas Gelaran Gowes Amal Warga Wonodadi

“Tapi ingat jangan langsung ke kulit, sebaiknya dialasi handuk atau diberikan di atas elastis perban yang sudah kita balut,” tutur dr. Andi.

4. Kompresi atau pembalutan
Lakukan pembalutan dengan perban elastis pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Tekan luka dengan menebalkan penggunaan di atas luka agar tidak terjadi pembengkakan.

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed