Saibumi.com, Bandar Lampung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung sudah menemukan adanya pengelolaan yang tak sesuai ketentuan dalam pembangunan komplek perumahan elite Citraland.
Oleh karena itu, pascalongsor dan robohnya dua rumah mewah Citraland, Selasa (26/1), DLH Lampung akan mengevaluasi apakah akan distop atau recovery.
“Hasil temuan dua hari sebelum musibah, Minggu (24/1), pengelolaan sampah dan instalasi pengelola air limbah (IPAL) tak sesuai ketentuan,” kata Kepala DLH Syahrudin Putera.
Seperti dilansir Kantor Berita RMOLLampung di lokasi kejadian, Syahrudin mengungkapkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang telah memerintahkan pihaknya mengecek ke lapangan.
“Mungkin Pak Gubernur telah melihat potensi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini,” katanya usai longsor dan robohnya dua rumah mewah tersebut.
Hasilnya, berita acara pemeriksaan (BAP) atas beberapa ketidaktaatan Citraland terhadap penanganan lingkungan hidup perumahannya, ujar Syahrudin.
Saksinya, General Manajer Citraland Rudi dan Manager Teknis Citraland Deni, katanya.
Walaupun amdalnya kewenangan Pemerintah Kota Bandarlampung, tapi menyangkut musibah tak bisa dipilah-pilah apakah wewenang Kota Bandarlampung atau Provinsi Lampung.
“Yang namanya musibah, gak bisa dipilah-pilah kewenangan Kota Bandarlampung atau Provinsi Lampung karena terkait keselamatan masyarakat,” katanya.
“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” ujarnya.
Dua rumah Citraland di Jl. Imba Kusuma, Sumurputri, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, itu roboh Selasa (26/1), pukul 11.00 WIB.
“Sudah ada komitmen dari PT Asenda Bangun Persada untuk memenuhi semua itu dan kami koordinasi dengan DLH Bandarlampung karena memang regulasinya amdalnya kota,” jelasnya.
Atas kejadian longsor dan robohnya dua rumah masing-masing sekitar Rp3 M ini pihaknya akan mengevaluasi, apakah akan distop dulu atau dilakukan recovery.
“Sebetulnya dengan kejadian ini telah menginspirasi kita bahwa harus taat, apalagi kita lihat diberbagai tempat musibah sedemikan banyaknya,” ujarnya. (Andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








