oleh

Paska Covid-19 Berdampak Pada Winarto Petani Jeruk

Lampung (Bumi1.com) Dampak dari pandemik Covid-19, Winarto petani Jeruk asal Desa Braja Sakti Kecamatan Wayjepara Lampung Timur ini mengeluhkan harga buah Jeruk yang merosot drastis sekarang ini, hal itu dikatakan Winarto pada saat ditemui Bumi1.com di kebunya, Minggu (26/07/2020).

Adanya pandemik Covid-19, petani Jeruk di Lampung Timur ini sangat menyayangkan  dengan harga Jeruk yang saat ini sedang anjlok berkisar hanya 5000 saja dan tidak stabil seperti harga dikala sebelum pandemik Covid-19 melanda sekarang ini.

Winarto petani Jeruk warga dusun 03 Rt32  Desa Braja Sakti Kecamatan Wayjepara saat ditemui Bumi1.com dikebunya mengatakan anjloknya harga buah Jeruk mas bisa membuat perekonomian para petani Jeruk semakin terpuruk.

“Dulu sebelum pandemik Covid-19 harga jeruk masih stabil dengan harga jual 8000 rupiah  perkilo, namun sekarang harga cuman 5000 perkilo itupun kita jual ke tengkulak atau pengepul Jeruk. “Kata Winarto petani Jeruk.

Baca Juga  Rekomendasi Komisi II DPR RI Terkait HGU PT HIM Tidak Ditindaklanjuti BPN RI

Lanjut Winarto, untuk panen pertama waktu itu kita jual dengan harga 8000 rupiah perkilonya, itu tengkulak terima dari kita. “Tetapi kalau buat para pengecer masih bisa harga jual 10.000 rupiah perkilonya.

“Harapan saya kepada Pemerintah agar bisa memikirkan harga jual Jeruk dipasaran segera stabil dan pulih lagi seperti semula.”Pintanya.

Dengan harga stabil supaya bisa meningkatkan perekonomian para petani Jeruk dan khususnya buat para petani lainnya, selain petani Jeruk seperti saya ini.”Pungkasnya. (Roni)

Komentar

News Feed