oleh

Alpukat Komoditas yang Menjanjikan Bagi Warga Ranau

OKU Selatan, KejarFakta.co – Wilayah Ranau adalah salah satu wilayah yang temasuk bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera selatan, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani baik petani kebun maupun petani sawah.

Bagi petani kebun banyak menanam atau membudidayakan kopi, lada dan palawija dan diantara tanaman kopi dan lada juga banyak ditanami buah Alpukat, bahkan ada yang dikhususkan menanam buah yang kaya manfaat ini terlebih tanah di wilayah Ranau ini terkenal akan kesuburannya.

Alpukat atau Avokado atau disebut (Persea Americana), merupakan tumbuhan berasal dari daerah Meksiko dan Amerika Tengah, menurut sejarah buah alpukat ini dibawa oleh para pelancong, sehingga sampai di wilayah Indonesia, dan seiring perkembangan zaman, sampai lah di daerah Ranau yang dari jaman dahulu sudah di kembangbiakan hingga kini.

Baca Juga  Koordinator Sub Fungsi Keaksaraan Ditjen Paud tinjau Kampung Literasi

Buah alpukat kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh, selain sering dibuat jus sebagai minuman pelepas dahaga juga bermanfaat untuk kesehatan lainnya seperti menjaga kesehatan Kardiovaskuler dan jantung, juga mencegah tekanan darah tinggi.

Oleh para petani di wilayah Ranau alpukat merupakan komoditas penunjang perekonomian masyarakat, untuk saat ini berdasarkan konfirmasi dengan para pengepul harga berkisar antara Rp.17.000 sampai Rp.20.000 an untuk ukuran yang super.

Baca Juga  Nanang Ermanto tinjau lokasi jembatan terputus di Desa Mekar Jaya

Sekali panen para petani bisa mengantongi hasil sampai jutaan rupiah, jika dibandingkan dengan harga kopi kadang lebih mahal harga alpukat.

Salah seorang pengepul buah alpukat Ahmadi saat dibincangi media ini pada Sabtu (25/7/20), menjelaskan bahwa alpukat kebanyakan dijual ke daerah Palembang dan Pulau Jawa, karena buah alpukat dari daerah sini terkenal bagus baik dari kulitnya maupun isi didalamnya.

Baca Juga  Bupati Way Kanan Ikuti Pengarahan Presiden RI Sekaligus Rakor Penyekatan Arus Balik

” Kami banyak mengirim ke wilayah Jawa dan Palembang, Kalau pokat dari daerah kito ni bagus-bagus makonyo langganan kito jarang kecewo,” ujar Madi panggilan akrabnya.

Untuk membudidayakan tanaman ini tidaklah susah, ada yang di tanam langsung bijinya ada juga melalui metode baru yaitu isi buah alpukat disemai dalam polybag, setelah tumbuh tunas berukuran tinggi 30 cm an baru dipindahkan dan selanjutnya di pupuk organik cair untuk merangsang pertumbuhan yang bagus. (Imroni)

Komentar

News Feed