Penunjukan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menggantikan Fachrul Razi cukup mengejutkan. Mengingat, Ketua GP Ansor itu tidak pernah ada dalam daftar calon menag, juga dinilai terlalu muda.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai siapa pun yang mengisi kursi menteri, adalah hak prerogatif presiden yang harus dihormati. Karena itu dia juga mengajak masyarakat berbaik sangka atas keputusan Jokowi itu.
“Yang cocok jadi menteri itu banyak, tapi jabatannya hanya satu dan itu hak prerogatif presiden. Jadi kita hormati, kita tunggu. Kita husnuzon. Beliau masih muda, darahnya panas,” ucap Anwar Abbas seperti dilansir kumparan, Rabu (23/12).
Meski begitu, Anwar mengingatkan Gus Yaqut akan berhadapan dengan tokoh-tokoh agama yang jauh lebih senior dan lebih paham urusan keagamaan. Sehingga Gus Yaqut perlu belajar menghadapi ulama-ulama karismatik yang ada di semua ormas Islam.
“Beliau kalau jadi menteri, jangan berlaku seperti Ketua GP Ansor. Kalau sudah jadi menteri, berlakulah negarawan. Siapa pun yang jadi menteri jangan jadi politisi, tapi negarawan. Kalau politisi mikir diri sendiri, mikir kelompok, dan akhirnya korupsi,” bebernya.
Anwar lalu berpesan agar Gus Yaqut merangkul semua golongan, termasuk ormas Islam yang orang sering hanya menyebut NU dan Muhammadiyah.
“Umat Islam ini banyak, tidak selesai oleh NU dan Muhammadiyah. Kan banyak elemen Islam lain. Karena itu ajak, sapa mereka, tegur mereka supaya ada persatuan dan kesatuan,” ucap Anwar.
“Saya ucapkan selamat jadi menteri. Tapi ketahuilah dia bukan ketua GP Ansor, tapi sudah dipercaya presiden jadi pembantu presiden. Kalau sudah begitu, arus jadi negarawan. Kebijakannya harus adil, benar, baik, dan maslahat untuk orang banyak,” pungkasnya.(andi)
Saibumi.com jaringan Siberindo.co










