oleh

Guna Bentuk 1 Data, Pemkot Metro Gencarkan WAKUNCAR

Metro, etalaseinfo.com (SMSI) –  Walikota Metro Wahdi di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro mengikuti pelaksanaan Meeting Advokasi Inovasi WAKUNCAR (Waktu Kunjung Cari Data dan Informasi) terkait covid-19 di Guest House, Rabu (21/07/2021) kemarin.

Kegiatan ini merupakan sebuah metafora dari rangkaian aktivitas masyarakat, untuk memperbarui data dan informasi atas kegiatan/tematik. Pelaksanaan kegiatan ini dikarenakan adanya ekskalasi penularan covid-19 yang masih tinggi di Indonesia. Khususnya Kota Metro, saat ini pertumbuhan kasusnya sebanyak 15-20 orang per hari dan munculnya kelaster baru dari kantor serta keluarga.

“Kegiatan WAKUNCAR ini semacam tali projek untuk penguatan data yang ada di Kota Metro. Pasalnya inti dari pelaksanaan kegiatan ini adalah bagaimana pelaporan dari masyarakat yang ada di Metro ini bisa dibuat melalui data digital,” ujar Yulian Gressando, ST, Dipl.Eng., M.Sc selaku koordinator Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi (TPPI).

Lanjutnya Yulian juga menjelaskan contoh data yang dibuat yaitu data harian kasus covid-19 terkonfirmasi, data KWT (Kelompok Wanita Tani) di Kelurahan Mulyojati, data UMKM di Kecamatan Metro Selatan.

BACA JUGA:  Kwarcab Pringsewu Gelar Rapim Terbatas

“Hari ini PPKM Kota Metro sudah masuk di level 3, bersamaan dengan daerah Bandar Lampung. Oleh karena itu, kita bersama sama dengan kerja keras dan mendukung Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan akurasi data di setiap kelurahan,” tutur Yulian.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Silfia Naharani mengatakan, tujuan kegiatan ini yaitu penguatan penanganan Covid-19 dengan metode SIM sederhana melalui swadaya masyarakat dan kolaborasi stakeholder.

“Pada kesempatan ini, saya meminta support, serta masukan untuk mendukung kegiatan ini sebagai basis dasar untuk semua program,” ujar Silvia.

BACA JUGA:  Kondisi Terkini, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas

Lanjutnya Silfia memaparkan penguatan yang akan dilaksanakan yaitu: 1. Pelatihan pengelolaan database : pengumpulan data, data cleaning, data proseccing, distribusi data ke RT, RW, Lurat, Camat, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan TP PKK. 2. Pelatihan usaha mandiri.

Dalam sambutannya, Wahdi mengatakan, dari kegiatan ini semoga menjadi cikal bakal sistem pemerintahan berbasis ekonomi.

“Dengan berbasis pemberdayaan, saya berharap semua oknum ikut berperan aktif,” ujar Wahdi.(Kf-Di-J)

News Feed