Saibumi.com, Tanggamus – Meski sudah ada jembatan, rakit perahu sebagai alat transportasi penyeberangan antar kecamatan masih menjadi primadona warga Tanggamus, Lampung.
Setelah Pemkab membangun jembatan penyeberangan dua tahun lalu, saat ini masih tersisa dua unit perahu rakit yang melayani penyeberangan warga, dari Kecamatan Wonosobo ke Kecamatan Semaka dan sebaliknya.
Elnahdori, pengemudi R 4 penguna jasa rakit perahu mengatakan, sekarang ada dua jembatan penyeberangan, satu jembatan penghubung Pekon Banjarnegara Kecamatan Wonosobo dengan Pekon Kanoman Kecamatan, dan jemabatan merah penghubung Pekon Karanganyar Wonosobo dengan Pekon Karangrejo Semaka.
Namun, untuk melintasi kedua jembatan tersebut dirinya harus memutar sejauh 3 km, karenanya lebih memilih jalur tengah mengunakan rakit perahu yang menghubungkan Pekon Banjarsari Wonosobo dengan Sudimoro Semaka, karena dekat dibandingkan melintasi jembatan. “Ongkosnya atau jasa penyeberangan Rp10 ribu, katanya, seperti dilansir RMOLLampung.id, Sabtu (20/2).
Liwon Operator rakit perahu mengungkapkan, sudah 30 tahun menjadi operator rakit disini, tepatnya tahun 1990 lalu.
Menurut dia rakit perahu di sini sudah ada sejak tahun 1960 jauh sebelum dirinya tingal di Lampung. Tapi dulu masih mengunakan batang bambu sebagai rakitnya, dan untuk penyeberangan orang saja.
“Kami mulai melayani penyeberangan dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB, dengan tarif Rp2 ribu untuk motor dan Rp10 ribu untuk mobil. Sehari bisa menyeberangkan sampai seratusan motor dan mobil, penghasilan sekitar Rp300 ribuan, jauh kalau dibandingkan sebelum ada jembatan, yang mencapai Rp900 ribuan/hari,” jelasnya.
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








