oleh

Positif Covid 19, Pelayat Diminta Rapid Test

Metro, etalaseinfo.com (SMSI) – Proses pemakaman KH Ali Qomaruddin selaku ketua PCNU kota metro, Almarhum meninggal di duga terkena Covid-19 di hadiri ribuan pelayat.

KH. Ali Qomaruddin dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah Metro hari Rabu 17 Februari 2021 sekira pukul 08.20 WIB, Jenazahnya dimakamkan sekira pukul 13.05 WIB disekitar masjid Ponpes Roudlatul Qur’an, Mulyojati, Metro Barat.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Metro, meminta seluruh masyarakat yang melayat melakukan Rapid Test Covid-19.

Baca Juga  Riana Sari Resmikan Sekolah Lansia Amanah Bunda Pringsewu Satu-satunya Dan Pertama Di Lampung

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang kini dijabat Plh Walikota Metro, Misnan. Ia mengungkapkan bahwa hasil Swab almarhum Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

memang benar, hasil Swabnya terakhir itu positif Covid-19, kemarin waktu meninggal masih di rumah sakit hasilnya sudah reaktif dan belum keluar hasil Swab nya, tapi sebelum keluar hasilnya pihak keluarga sudah minta dibawa pulang, jelas Misnan, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga  PMI Pringsewu Gelar Donor Darah di 3 Pekon Pada Peringatan HUT-PMI ke-76

Ia mengaku, sebelumnya Gugus Tugas telah berupaya untuk melakukan proses pemakaman jenazah sesuai protokol Covid-19, namun pihak keluarga tidak menghendaki dan jenazah tokoh tersebut diminta untuk dimakamkan mandiri.

Selanjutnya (Misnan ) sudah tau sebelumnya karena hasil Rapid nya reaktif. Sebenarnya mau diupayakan pemakaman sesuai protokol Covid-19, tapi pihak keluarga menghendaki seperti biasa ungkapnya.

Misnan juga menginformasikan bahwa mulai hari ini seluruh keluarga dan pemandi jenazah dilakukan contact tracing atau penelusuran kontak.

Baca Juga  Ditlantas Tinjau Beberapa Ruas Jalan Tol Persiapan Nataru 2020.

Sementara untuk masyarakat yang datang melayat diminta untuk melakukan Rapid test Covid-19.

Di mohon Untuk keluarga terdekat dan yang kemarin ikut memandikan jenazah itu ditracing semua.

Mudah-mudahan ini tidak berkembang ke santri atau guru-guru yang lain. Kita belum mendapatkan data siapa saja yang takziah kemarin, jadi kita mengimbau masyarakat yang kamarin takziah untuk melakukan rapid tes, tandasnya.(rels/Adi)

News Feed