Lampung (Bumi1.com) Supriyadi ketua Objek Wisata Mangrove Pandan Alas beberkan realisasi program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk Obyek Wisata sudah mencapai 40% yang sudah dilaksanakan tepatnya berada di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Selasa (17/11/2020)
Hal itu dikatakan Supriyadi saat ditemui awak media dilokasi pembangunan program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Pemerintah Pusat untuk Obyek Wisata Mangrove Pandan Alas di Lampung Timur.
Supriyadi ketua Obyek Wisata yang menerima bantuan dari KKP dari Pusat saat dikonfirmasi program itu mengatakan disini kami selaku ketua Wisata Mangrove Pandan Alas yang menerima program bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Jadi terkait bantuan untuk wisata Mangrove Pandan Alas ini semuanya itu jenis pengadaannya langsung dari Pusat, kita disini hanya menerima berupa jenis bentuk barang dan intinya kami mendampingi suatu pekerjaan ini biar baiklah sesuai juknis dan juklisnya.”Kata Supriyadi dalam ketenanganya kepada media.
Lanjutnya, kalau program bantuan dari Kemanterian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini langsung berupa bangunan Treck satu, MCK satu pintu dan Gapura pintu masuk menuju Treck. “Untuk panjang Trecknya sendiri ada 150 meter berikut 5 Gazibo yang 2 beratap dan yang 3 tidak beratap, dengan lebar Treck papan 2 meter.
Untuk pekerjaan dari awal hingga sampai sekarang ini berkisar sudah berjalan 40 % dan pekerjanya itu semua kita ambil dari warga setempat yaitu warga Desa Sriminosari semuanya. “Artinya kita harus memperdayakan warga setempatlah, karna memang sudah sesuai dari pusat itu Program Padat Karya Tunai (PKT). “Paparnya.
Supriyadi menambahkan, saya sebagai Pokdarwis di Objek Wisata Mangrove Pandan Alas sangat berterimakasih kepada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) atas perhatian kepada kelompok kami yang ada di Desa Sriminosari Khusunya Obyek Wisata Mangrove Pandan Alas ini. Kami akan selalu menjaga dan bertanggung jawab sebaik mungkin untuk menjaga pasilitas Treck yang sudah diberikan dan dipercayakan kepada kelompok kami.”Imbuhnya.
Selain itu, Objek Wisata kami juga masih dapat perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk nominal kucuran dananya sendiri kami masih belum faham karena menurut sosialisasi di Kecamatan itu memang buat sementara ini yang dianggarkan itu memang untuk Treking, MCK ,Gapura dan Gazibo itu anggarannya mencapai 1 M. Itu yang kami dengar dari hasil sosialisasi di Kecamatan.
Dijelaskannya, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nantinya begitu selesai waktu yang diberikan buat pekerjaan ini langsung ada tim dari Pusat, jadi beberapa yang dihabiskan untuk anggaran pembuatan bangunan ini. Lanjut dia, kalau memang kita mampu menghabiskan anggaran misalkan sebesar Rp.500.000.000 atau Rp.600.000.000. Yaitu yang dibayarkan dan sisa anggarannya itu akan kembali lagi ke Negara. “Pungkasnya.(Roni)










