Lampung Utara, etalaseinfo.com (SMSI) – Balai kolam pembenihan ikan air tawar, di Lampung Utara mengalami kerugian besar akibat hujan deras yang terus menerus terjadi, Selasa (16/02/2021)
Balai kolam pembenihan ikan yang berada di wilayah Kebun Lima, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, air meluap hingga setinggi lutut orang dewasa.
Air yang meluap sudah hampir dua hari ini belum juga mengalami penyurutan. Balai pembenihan ikan yang memiliki sebanyak 27 kolam ini, terlihat hampir rata tertutup dengan air yang keruh.
Menurut Uki salah satu penjaga sekaligus pengurus kolam mengatakan bahwa, air tiba-tiba naik saat dini hari ketika terjadinya hujan deras semalaman.
“Ini mulai meluap Banjir ini waktu tengah malam waktu hujan yang deras sekali, kalau biasnya kan tidak seperti ini,” katanya.
Akibat dari meluapnya air di kolam yang memelihara ikan air tawar seperti, ikan mas dan ikan nila ini mengalami kerugian lebih dari Rp80.000.000 (delapan puluh juta rupiah). Kerugian mencapai sebesar itu, dikarenakan banyaknya induk ikan yang hilang.
“Delapan puluh juta itu karena banyak induk yang hilang, itu induknya saja belum anak-anaknya juga ada yang mati,”jelasnya lagi.
Menurut Uki dan penjaga lainnya, ada sekitar 400 kilo induk ikan mas yang hilang dan tiga paket atau sekitar 12.000 ekor induk ikan nila. Dimana induk ikan tersebut hilang saat air berada di debit yang paling tinggi, sehingga keluar dari kolam melalui celah-celah tertentu.
Meluapnya air kolam pembenihan ini, dimanfaatkan oleh warga unuk memancing ikan disekitar kolam yang aliran airnya cukup deras, yang diperkirakan adnya celah ikan yang keluar dari kolam pembenihan.
“Jadi mereka ini manfaatkan Banjir ini untuk mincing kalau kemarin sampai masuk-masuk kedalam kawasan, sekarang sudah kita larang,”kata Uki.
Dikatakan juga oleh Uki, menurut informasi yang didapat, Banjir di kolam pembenihan pada tahun ini merupakan Banjir terbesar ketiga, yang sebelumnya terjadi pada tahun 1982 dan 1998, yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan menenggelamkan puluhan rumah disekitarnya.
Adanya peluapan air yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar ini, para penjaga kolam mengharapkan adanya normalisasi pasca banjir, seperti pengerukan pembuatan aliran air sekitar kolam yang sudah tertutup bahkan tidak ada lagi aliran air yang terlihat, untuk mencegah hal yang sama terjadi kembali di waktu yang akan datang. (Rls.S)










