LAMPUNG1.COM, Waykanan – Dampak covid 19 telah menghancurkan berbagai sektor Perekonomian. Sudah lebih dari 9 bulan belakangan ini hampir segala usaha termasuk di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami kelumpuhan.
Di Kabupaten Way Kanan Lampung Masyarakat pelaku UMKM sangat terbantu okeh bantuan Pemerintah Pusat melalui bantuan bergulir dari Kementrian Koprasi dan UMKM .
Tertuang dalam Peraturan Menteri Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Republik Indonesia nomor 6 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.
Program UMKM Kementerian Koprasi ini dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional serta penyelamatan ekonomi nasional pada masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Namun sayangnya program UMKM Kementrian Koperasi ini tidak dapat dirasakan cara merata oleh masyarakat pelaku UMKM yang benar-benar memiliki usaha.
Seperti halnya Matori 60 tahun warga Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung merupakan pelaku usaha pembuat tempe kedelai rumahan, yang digelutinya 35 tahun lamanya.
Meski ditengah wabah pandemi virus corona usahanya tetap berjalan namun mengalami hambatan dimana bahan baku kedelai mengalami kenaikan dan omset pendapatan menurun.
Matori menjelaskan dari modal Rp.220.000 perharinya dirinya hanya mendapat sekitar 70-100 ribu keuntungan disaat pandemi virus corona, dengan menjualnya di pasar swalayan setiap harinya.
situasi pandemi tak menyurutkanya untuk terus produktif. Menurutnya, selain kehidupanya bergantung pada usha kecilnya tersebut pakde matori tidak berhenti meskipun bermodalkan kecil.
Ia menjelaskan pada awak media pada Selasa (15/12/2020). Bahwa diri nya merasa kecewa pada pihak terkait lantaran ia tidak mendapatkan batuan UMKM yang bergulir dari kementrian koprasi sebesar Rp 2.4 juta.
Lanjut Matori hingga saat ini tak kunjung realisasinya pada hal jelas nya sembari matori melontar kan senyum kekeceqaan nya saya sudah mengikuti aturan yang ada artinya mendaptar rcara online.
Matori berharap pada pemerintah agar memperhatikan pelaku usaha kecil seperti dirinya yang sangat terdampak pandemi virus corona, Bukan hanya sebuah program yg dapat di Akses oleh orang-orang tertentu yg hanya mengambil Anggaran namun tak Memiliki Usaha sepertinya Alias Fiktif.
Ditempat yang sama PJ Kepala Kampung Setia Negara Legino mengatakan “Ya bantuan UMKM Kampung tidak memiliki Andil dalam hal bantuan tersebut karena pendaftaran tersebut secara online, Namun saya berpesan kepada Masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, agar Pandemi Covid-19 segera berakhir dan Perekonomian Pulih Kembali serta pelaku UMKM dapat menjalankan usaha nya seperti biasa” pungkasnya. (Aszhari)










