Salah seorang buronan tersangka terorisme, Jaringan Jamaah Islamiyah (JI), yang sudah 18 tahun menjadi buruan Pihak Kepolisian, ahirnya berhasil dibekuk oleh Tim Densus 88 Mabes Polri, di Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.
Dalam keterangannya kepada media, Penyidik Bom Bali Satu, Irjen Pol Purn Benny Mamoto, menjelaskan bahwa Buronan Teroris tersebut, bernama Zulkarnaen, alias Aris Sumarsono, alias Daud, alias Zaenal Arifin, alias Abdulrahman (57), yang sempat mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada (UGM).
Sosok Zulkarnaen, dikenalnya sejak tahun 2001, yang ternyata menjabat sebagai Panglima yang sangat berpengaruh pada Jaringan Jamaah Islamiah (JI), yang merupakan Lulusan Pertama dari Afganistan, dan pernah mendirikan Kamp Pelatihan Terorisme, di Mindanau Selatan, Filipina.
“Meski memiliki jabatan dan pengaruh yang tinggi di jaringan Jamaah Islamiyah, namun sosok Zulkarnaen, cukup disegani oleh pengikut-pengikutnya, karena yang bersangkutan sangat disiplin dan rendah hati kepada bawahannya”, terang Irjen Pol Purn Benny Mamoto.
Yang bersangkutan terbukti sangat lihat menghindari Pelacakan Pihak Kepolisian, karena memang memiliki strategi khusus dalam masa-masa pelariannya, antara lain dengan cara tidak pernah menggunakan telepon seluler di rumah atau tempat persembunyiannya, dan mulai melakukan penggalangan dana dengan cara yang normatif atau halal, proses rekuitmen anggota jaringan dengan profesional dan humanis.
“Kita mencurigai pola penyebaran kotak-kotak amal di berbagai penjuru aset perdagangan di negara ini, merupakan salah satu trik mereka untuk melakukan proses penggalangan dana”, tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Densus 88 Mabes Polri, yang telah berhasil membekuk Zulkarnaen, di Desa Toto Projo, Kecamatan Purbolinggo pada Kamis (10/12) lalu, dan bahkan dengan cepat melakukan proses pengembangan dengan membekuk serta melakukan penggeledahan di tempat tersangka lain, yaitu di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari dan Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.
Berdasarkan Data Pihak Kepolisian, Rekam Jejak Zulkarnaen dalam aksi Terorisme antara lain adalah sebagai Otak : Kerusuhan di Ambon, Ternate, dan Poso pada Tahun 1998 s/d 2000 ; Pengeboman Kedutaan Filipina dan Gereja di Jakarta pada Tahun 2000 ; Bom Bali-1 pada Tahun 2001 ; Pengeboman Hotel JW Mariott pada Tahun 2003 ; Pengeboman Kedutaan Australia pada Tahun 2004 ; dan Bom Bali-2 pada Tahun 2005. (Eko Arif)










