oleh

Mengenal Yasmin, Putri Disabilitas Duta Unicef

 

YASMIN Cahaya Nabila (16 th), atau yang kerap disapa Yasmin, gadis cantik, enerjik sarat prestasi di bidang seni grafis. Siapa menduga, siapa mengira jika gadis ramah yang dulu banyak dibully dan disingkirkan oleh teman-temannya sebaya karena karunia tuna wicara dan tuna rungu ini kini, menjadi Duta Unicef Kindness Leader se Asia tenggara. Tentu ini sebuah kebahagiaan orang tuanya, Agus Cahyo dan Sri Yanti Wahyuningsih, dan sudah barang tentu juga kebanggaan bagi Kota Klaten, Jawa Tengah juga Indonesia. Karena hanya 15 orang, dan Yasminlah satu-satunya yang tuna rungu dan tuna wicara.

Terpilihnya gadis berwajah oval ini tentu tidak lepas dari banyaknya prestasi di bidang seni rupa dan seni grafis digital. Hebatnya, Yasmin tidak hanya berprestasi di antara para tuna rungu dan tuna wicara, di kelompok umumpun juga sarat prestasi.

“Banyak panitia lomba kadang dibuat bingung, karena di kelas umum Yasmin ikut, dan kadang bukan kelasnya. Namun karena keinginan kuat Yasmin dan prestasinya memang menonjol, tak urung banyak prestasi diraihnya, “ tutur Agus, ayah Yasmin, kepada Wiradesa.co, Rabu 10 Maret 2021.

Baca Juga  Orang Tua Tak Bisa Menahan Emosi Karena Anak Ribut, Berakhir Di Jeruji Besi Polsek Terbanggi Besar Lamteng

Pada Februari 2021,Yasmin terpilih menjadi wakil Indonesia dalam forum zoom meeting Unicef bersama remaja se Asia Tenggara. Yasmin tidak memiliki perangkat dan koneksi yang memadai untuk mengikuti zoom meeting tersebut dan tidak tersedia penerjemah bahasa isyarat dan bahasa Inggris yang disediakan panitia.

“Ya, akhirnya kita meminjam laptop dan saya jadi penerjemah bahasa Inggris-nya, sedang ibunya menerjemahkan bahasa isyaratnya,” tutur Agus.

Pada akhir forum, Yasmin yang disabilitas dipercaya sebagai duta Unicef untuk Kindness Leader and Empathy. Tugasnya mengampanyekan dan menjadi contoh sikap-sikap moral dan perilaku yang baik serta memberikan rasa empati.

Contoh terakhir adalah ketika ada lomba menulis cerita tingkat SMP/MTs bertaraf nasional, Yasmin juga kekeh ikut. Bukan hanya di situ, Yasmin menawar untuk mengajukan karya cerita dalam bentuk Komik, dan, panitia mengijinkan. Alhasil Yasmin terpilih sebagai Juara Terfavorit 1. Siswi SMPLB-B YA, ini memang sarat prestasi maka tak heran jika salah satu karya lukisnya dipajang di rumah dinas Bupati Klaten.

Menurut ayahnya, Agus Cahyo, sejak masih kecil Yasmin gemar corat-coret dan menggambar. Suatu saat sedang corat-coret dilihat seorang seniman lukis, menurutnya garis-garis hasil corat-coret Yasmin dinilai bagus dan memiliki bakat melukis.

Baca Juga  Penghargaan Tokoh Penggerak Pembangunan Diterima Walikota Metro Wahdi

“Akhirnya diarahkan untuk belajar menggambar, dan sempat tergabung di sanggar seni. Mulai belajar menggunakan pensil, crayon, cat air dan akrilik,” ujar Agus. Ditambahkannya mulai saat itu Yasmin banyak mengikuti lomba-lomba.

Baik ikut lomba ataupun tidak, setiap saat setiap hari Yasmin selalu corat-coret bahkan pernah gapura pagar rumahnya dia lukis dengan gaya dan seleranya.

“Yasmin tidak pernah ada lelahnya justru kami sebagai orang tua sebagai pendamping sekaligus penerjemah yang kadang pontang-panting dibuatnya,“ imbuh Agus sambil menggelengkan kepala.

Dan, karena ketelatenan orang tuanya setiap karya Yasmin apa pun bentuknya di-upload di medsos baik Facebook maupun IG. Suatu saat ada seorang seniman dari Bandung selalu menyimak dan mengikuti hasil karya Yasmin.

“Akhirnya ditawari untuk ikut kursus animasi secara online. Alhamdulillah ini disambut penuh antusias oleh Yasmin, perkembangannya sangat pesat. Tugas-tugasnya diselesaikan dalam waktu cepat, pokoknya sangat menonjol,“ imbuhnya.

Ditambah lagi karena kakaknya bekerja sebagai ilustrator di sebuah penerbit dan sering mengerjakan tugasnya di rumah, tak luput dari perhatian Yasmin. “Istimewanya, Yasmin tidak pernah diajari menggunakan alat gambar digital, tahu-tahu dia sudah bisa menggunakan dan dia lebih lihai,“ tuturnya seperti dilansir  wiradesa.co.

Baca Juga  Warga Lampura Harapkan Pembangunan Jembatan dan jalan

Bak gayung bersambut peningkatan skill Yasmin dan penguasaan alat gambar digital membuat prestasi-prestasinya semakin banyak. Koleksi piala dan berbagai penghargaan baik dari Bupati, Gubernur dan nasional kian hari kian berjibun.

Melihat perkembangan kemampuan Yasmin yang istimewa oleh gurunya di Bandung, Yasmin banyak dilibatkan dalam proyek-proyeknya. Dilibatkan dalam banyak pekerjaan ilustrasi baik buku, poster dan sejenisnya. Saat ini setidaknya sudah ada enam buku dicetak yang melibatkan hasil karya Yasmin.
“Yasmin juga meliliki setidaknya ada dua buku yang diterbitkan dan didominasi hasil karya Yasmin,” kata Agus yang lihai menggambar teknis bangunan menggunakan autocat.

Yasmin juga banyak mendapat pesanan khusus dari teman-temannya di facebook, semua heran, dalam waktu singkat pekerjaan itu bisa diselesaikan. Yasmin, tetap semangat, tetap berkarya dan berprestasi, semangat.

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed