oleh

MAN 2 Kota Malang Berbagi Praktik Baik Pembangunan Zona Integritas dengan Madrasah

LAMPUNG.SIBERINDO.CO – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang terus berbagi praktik baik dalam pembangunan Zona Integritas (ZI). Kali ini, Tim ZI MAN 2 Kota Malang melaksanakan pengimbasan kepada Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha (KTU), dan GTK Madrasah Negeri dari 10 satuan kerja se-Kabupaten Bojonegoro.

Sharing pengalaman ini berlangsung di Aula MTsN 4 Bojonegoro. Hadir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanullah, beserta jajaran Pendidikan Madrasah (Pendma). Hadir juga, para Kepala Madrasah, KTU, dan GTK Madrasah Negeri se-Kabupaten Bojonegoro menjadi peserta dalam kegiatan pengimbasan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui berbagi pengalaman, strategi, serta praktik baik yang telah diterapkan di MAN 2 Kota Malang.

Kepala Kankemenag Bojonegoro, Amanullah, berpesan agar pengimbasan ZI tidak berhenti pada pemahaman materi maupun pemenuhan administrasi, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata.

Baca Juga  Dinas Perkebunan Way Kanan Lakukan Rapat Bahas Renja dan Resntra 2022-2026

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ada perubahan nyata dalam cara kita bekerja dan melayani. Mari kita membangun budaya kerja yang lebih baik, memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, ramah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Zona Integritas harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui perubahan kualitas pelayanan di setiap satuan kerja,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menekankan bahwa ZI bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi merupakan proses membangun perubahan budaya kerja secara berkelanjutan.

Tim ZI MAN 2 Kota Malang lalu memaparkan enam area pembangunan ZI. Area 1 terkait Manajemen Perubahan disampaikan, Ady Siswanto. Dia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja. “Perubahan harus dimulai dari mindset. Ketika cara berpikir berubah, maka cara bekerja dan cara kita memberikan pelayanan juga akan berubah.”

Area 2 terkait Penataan Tatalaksana disampaikan Budi Widodo. Dia fokus pada tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan berbasis digital. “Tatalaksana yang baik akan membuat pekerjaan lebih efektif, terukur, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.”

Baca Juga  Anggota Polsek Terusan Nunyai Lampung Tengah Tangkap Penjual Togel Dirumahnya

Terkait Area 3 yaitu Penataan Manajemen SDM, Sugeng Winarto, menyampaikan pentingnya penataan dan pengembangan SDM sebagai kekuatan utama madrasah. “SDM yang tertata akan menghasilkan kinerja yang berkualitas. Setiap pegawai harus memahami tugasnya, bekerja profesional, terus meningkatkan kompetensi, dan memiliki orientasi pelayanan.”

Area 4 tentang Penguatan Akuntabilitas Kinerja disampaikan Heru Cahyono. Dia memberikan penekanan pada pentingnya target, indikator, evaluasi, dan hasil dari setiap program. “Akuntabilitas bukan sekadar laporan, tetapi memastikan setiap kegiatan memberikan hasil dan manfaat.”

Selanjutnya, Area 5 Penguatan Pengawasan disampaikan Ronaldy Aji Saputra. Ia menekankan bahwa pengawasan harus menjadi instrumen pencegahan dan penguatan integritas. “Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencegah terjadinya kesalahan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan serta prinsip integritas.”

Baca Juga  Polsek Limau Tangkap Seorang Nelayan Pelaku Penganiayaan Kakak Kandung dan Iparnya

Sementara itu, Area 6 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik disampaikan Adjie Panji Gumilang. Dia menekankan bahwa keberhasilan ZI harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ukuran keberhasilan Zona Integritas pada akhirnya adalah kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat. Pelayanan harus mudah, cepat, ramah, transparan, dan memberikan kepastian.”

Pengimbasan tersebut berlangsung dalam suasana berbagi dan berdiskusi. Peserta mendapatkan gambaran mengenai berbagai inovasi, strategi, serta langkah praktis yang dapat dikembangkan di satuan kerja masing-masing.

Tim ZI MAN 2 Kota Malang berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi pemantik perubahan di lingkungan madrasah negeri Kabupaten Bojonegoro.

“Kami hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Semoga apa yang kami sampaikan dapat menjadi inspirasi dan dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing madrasah,” pungkas Sugeng yang juga menjadi KTU MAN 2 Kota Malang.(***)

 

News Feed