oleh

Cegah Covid-19, Ketua DPD RI Minta KBM Tatap Muka Dikaji Ulang

Saibumi.com, Jakarta – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta 14 provinsi, salah satunya Lampung, yang mengklaim siap menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk tidak mengabaikan penyebaran virus corona baru (Covid-19).

 

LaNyalla meminta penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilakukan dengan ketat jika belajar tatap muka benar-benar digelar.

 

14 provinsi yang disebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap belajar tatap muka adalah Jawa Barat, Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga  Guna Pencegahan Gangguan Kamtibmas Polres Lamteng Lakukan Patroli

 

LaNyalla berharap proses pembelajaran tatap muka dipersiapkan secara matang.

 

“Jangan sampai justru belajar tatap muka menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Lakukan persiapan dengan sematang mungkin dan wajib menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya, Selasa (5/1).

 

Senator asal Jawa Timur ini berharap pihak terkait mengkaji terlebih dahulu model pembelajaran yang akan dilakukan saat tatap muka nanti.

Baca Juga  Donny Irawan Resmi Daftar Sebagai Ketua SMSI Lampung Periode 2022-2027

 

“Timingnya harus tepat. Selain itu, metode pembelajarannya juga harus dipersiapkan dengan matang. Jadi para siswa, orang tua, dan juga guru tetap terjaga kesehatannya,” terangnya seperti dilansir RMOLLampung.id.

 

Tidak hanya itu, LaNyalla juga meminta proses belajar tatap muka tidak menjadi kontradiktif dengan upaya pemerintah yang sedang mempersiapkan vaksin.

 

“Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini pemerintah sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke daerah. Artinya, ada upaya serius dari pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Dan tentunya hal ini harus sama-sama kita dukung,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung Tutup Tempat Hiburan Selama Ramadhan

 

LaNyalla mengaku siap mendukung proses belajar tatap muka jika keamanan terjaga.

 

“Tapi ya itu, safety harus diutamakan. Dan pihak sekolah dan pihak terkait juga harus tegas jika kondisi sudah tidak memungkinkan,” tandasnya. (andi)

 

 

 

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed