Saibumi.com, Lampung – Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan IV tahun 2020 mengalami kontraksi atau minus 2,26 persen dibanding triwulan IV tahun 2019 (Year on Year).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Faizal Anwar, mengatakan perekonomian Provinsi Lampung triwulan IV-2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp354,63 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp240,31 triliun.
“Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,10 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto( PMTB) sebesar 8,47 persen,” katanya, seperti dilansir RMOLLampung.id, Jumat (5/2).
Ekonomi Provinsi Lampung triwulan IV-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 8,28 persen dibanding triwulan III-2020 (quarter to quarter).
Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan sebesar 25,34 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen PMTB dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga terkontraksi masing-masing sebesar 0,52 persen dan 0,06 persen.
” Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,19 persen. Seluruh provinsi di Pulau Sumatra juga mengalami kontraksi ekonomi,” tutupnya.
Saibumi.com jaringan Siberindo.co








