
LAMPUNG1.COM, PESAWARAN- Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Provinsi Lampung selaku mitra pemerintah dalam hal ini melirik salah satu sektor perikanan.
” Saya lihat sektor perikanan tumbuh 34 persen kondisi di masa pandemi ini, tentu tidak itu saja semua peluang kita gali melalui kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif,” ujar Arie Nanda Jausal kepada lampung1.com, Kamis (04/02/2021) usai melantik BPC Hipmi Kabupaten Pesawaran di Aula Pemkab setempat.
Sambung dia, sebagaimana misi dan visi organisasi bersinergi mencetak lapangan pekerjaan dalam membangkitkan perekonomian yang harus dikembangkan.
” Peluang baru itu tepat dan pas untuk dikelola oleh mayoritas anggota Hipmi. Karena mereka bergerak di bidang UMKM, ekonomi kreatif dan sebagainya,” kata dia.
Masih menurutnya, Hipmi ini identik dengan pengusaha pemula dan sektornya masih berada di skala mikro kecil dan menengah.
” Jadi Hipmi lah yang paling tahu kendala apa yang dihadapi dan mereka yang bergerak di sektor-sektor tersebut. Dan Hipmi lah yang paling tepat memberi masukan kepada pemerintah daerah,” ungkapnya.
lanjut dia menyebutkan, stimulus apa yang akan diberikan kepada sektor-sektor tersebut. Tapi Itupun harus sinergi dengan pemerintah seperti di Kabupaten Pesawaran.
” Misinya kan adalah berhimpun sama pengusaha, tentunya mereka bisa saling diskusi dan bergaul dengan para pengusaha-pengusaha yang sudah sukses,” kata Ketua Hipmi Lampung.
Lebih dari itu ditegaskan Arie, kalau untuk pengembangan adalah pengusaha-pengusaha yang ada di Hipmi. Yang tadinya berada di sektor mikro menjadi kecil, yang berada di kecil, menjadi yang menengah.
“Sehingga dengan berharap sektor menengah pun mudah-mudahan bisa menjadi yang besar. Dengan mengeksplorasi sumber daya yang ada di kabupaten Pesawaran ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu juga ujar Arie mengajak teman-teman dari pemuda-pemuda untuk menjadi pengusaha, sebagaimana mengingatkan hal tersebut dalam sejarah Hipmi didirikan.
” Kala itu tahun 1972 banyak pemuda-pemuda yang ingin jadi pegawai swasta maupun pegawai negeri sipil, TNI, dan Polri. Sedangkan di era globalisasi ini butuh banyak perusahaan,” kata dia lagi.
Jadi masih ditambahkan Arie, idealnya berusaha di negara berkembang itu jumlahnya lebih dari 5 % seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Mungkin negara maju seperti Jepang, USA dan lain sebagainya di atas 10 %. Bahkan USA itu di atas 12 % tapi Indonesia masih di bawah 3 %.
” Bayangkan, jika itu bisa ditingkatkan jumlah pengusaha dan bisa dinaikkan hal tersebut tentu lapangan pekerjaan akan tercipta makin banyak. Dan masyarakat pun sejahtera,” tutupnya. (Din).










