oleh

Kasus Stunting Di Lamsel Turun Dratis Hingga 5,64%

LAMPUNG1.COM, LAMPUNG SELATAN-Kasus Stunting di Kabupaten Lampung Selatan sempat tertinggi mencapai 43,01%, bahkan menjadi salah satu kabupaten prioritas penanganan stunting kala itu tahun 2013.

Meski demikian angka prevelensi stunting menjadi 5,64% di tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya dari data Riskesdes Kementerian Kesehatan.

” Ya ini alhamdulillah berkat komitmen pemerintah daerah, serta peran dari duta swasembada gizi,  dan gotong-royong semua pihak,” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto.

Dalam acara “Pelatihan Program Aksi Konvergensi Penurunan Stunting” secara virtual, pada Jumat, 5 Februari 2021, sambung Winarni selaku mentor tingkat nasional pada acara tersebut.

” Atas capaian itu, tentunya Kabupaten Lampung Selatan diganjar penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung sebagai kabupaten paling inovatif dan replikatif dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting untuk kategori kinerja kabupaten/kota tahun 2020,” ucapnya.

Baca Juga  Bentrok Antara Dua Keluarga di Lampung Tengah Diwarnai Tembakan

Kegiatan yang diiniasi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, diikuti 88 peserta dari kabupaten/kota se-Sumatera Bagian Selatan.

” Dalam hal ini tentu sangat aktif mendorong dan mengkampanyekan langkah-langkah maupun upaya-upaya penurunan angka stunting itu,” ujar Hj. Winarni Nanang Ermanto yang juga selaku Duta Swasembada Gizi.

Lebih lanjut Winarni menyampaikan, pada kegiatan itu mengangkat motto upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

” Tentunya kami mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam pemenuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata dia.

Baca Juga  PPP Lampung Timur Gelar Vaksinasi Di Desa Gunung Tiga Batang Hari Nuban

Untuk itu, lanjut Winarni mengajak seluruh OPD dan stakeholder yang ada di Lampung Selatan untuk membantu kelancaran program ini.

” Hal tersebut perlu diketahui bahwa Kabupaten Lampung Selatan telah mendapatkan beberapa penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait stunting,” ungkapnya.

Maka daripada itu, masih dipaparkan Winarni, menandakan bahwa pihak pemerintah daerah serius dalam menuntaskan angka prevelensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan.

“Dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan menjadi Peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 5-8 tahun 2019,” ucap Winarni saat acara tersebut dari Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga  257 WBP Lapas Perempuan kelas IIA Bandar Lampung Ikut Vaksin Tahap Ke Dua

Kemudian tambah Winarni, hal tersebut juga meraih peringkat Kinerja Terbaik 1 pada aksi 1-4 tahun 2020. Oleh karena itu berpesan kepada seluruh peserta agar selalu bermawas diri serta mempersiapkan dan memberikan generasi unggul bebas stunting untuk kabupaten/kota dan negara Indonesia.

” Kita semua bertanggungjawab terhadap kualitas SDM  dan generasi masa depan bangsa” kata Winarni mengakhiri paparan.

Dari pantauan, acara tersebut di pandu oleh host Imam Almutaqin selaku Tim Leader LGCB ASR Regional II, Ditjen Bangda Kemendagri dan di moderatori oleh Dewi dari Regional 2. (Nata/red).

News Feed