oleh

Petani Lampung Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

 

Saibumi.com Pringsewu – Para petani sawah Kabupaten Pringsewu, Lampung mengeluhkan kelangkaan pupuk Urea, NPK dan SP 36. Padahal, saat ini  petani sudah harus memupuk tanamannya 

Sudiro, petani asal Pekon Podomoro, mengakui  kesulitan mendapatan pupuk subsidi dari pemerintah karena semua kios penjualan pupuk kosong.

“Padi saya tanam sudah lima belas hari, baru satu kali dipupuk hari ini, itu pun beli dari tetangga 110 ribu per sak pupuk urea,” katanya.

Menurut Sudiro, tetangganya kebetulan punya stok pupuk tahun lalu. “Kalau beli di kios pupuk barangnya kosong,” ujarnya seperti dilansir Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (5/1).

Baca Juga  Sekdakab Way Kanan Saipul Pimpin Rakoor TPID Way Kanan

Senada, Hartono, petani asal Tambah Rejo, Kecamatan Gading Rejo, mengeluhkan hal yang sama. “Sudah sepuluh hari padinya tak diberi pupuk,” katanya.

“Saya udah keliling di kios-kios pupuk yang ada di Gading Rejo, semuanya kosong katanya nunggu sampai tanggal 15 minggu depan,” ucap Hartono dengan nada kesal.

Bantah

Sementara, Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Pringsewu Sri Emilia, membantah kalau petani Pringsewu mengalami kelangkaan Pupuk

Baca Juga  Guna Membentuk 'Generasi Indonesia Emas' Pemkab Pringsewu Keluarkan Kebijakan Tangani Stunting

Dia menyampaikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi harus melalui beberapa prosedur.

Dan pada waktu itu Dinas Pertanian masih menunggu surat keputusan (SK) dari Menteri Pertanian tentang pupuk bersubsi diperuntukan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani (gapoktan).

“Alhamdulillah SK dari Kementrian Pertanian sudah keluar hari Sabtu (1/1) yang lalu. Setelah itu, dari Kementan dibreak down dulu di Provinsi baru ke Kabupaten,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia,  setelah SK turun, hari Senin kemarin tanggal 4 Januari 2021, Provinsi yang mengalokasikan pupuk ke Kabupaten.

Baca Juga  Diduga Terjatuh Dari Pohon Kelapa AW Ditemukan Meninggal Dialiran Sungai

“Setelah alokasi dari Provinsi datang, pupuk yang tiba ini kami pisah-pisah dan kami minta tanda tangan Bu Kadis,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah mendapatkan tanda tangan dari Kadis Pertanian, kantor mengirimi email ke Provinsi dan ke distributor-distributor.

“Baru nanti distributor ini bisa mengalokasikan dan mendistribusikan ke kios-kios. Jadi bukan langka, setiap akhir tahun memang begitu, Insya Allah beberapa hari ini pupuk sudah di salurkan ke kios-kios ” tambahnya.(andi)

Saibumi.com jaringan Siberindo.co

News Feed