Way Kanan, etalaseinfo.com – Sejak dibentuk melalui usulan sejumlah tokoh ulama dalam sidang Komite Nasional Indoneia Pusat (KNIP), Kementerian Agama yang resmi berdiri pada tanggal 3 Januari 1946 pertama kali dipimpin oleh Menteri Agama, H. Mohammad Rasjidi telah melintasi sejarahnya yang panjang. Untuk itu, sudah selayaknya kita berterima kasih dan mendo’akan semoga amal bakti para perintis, pendiri dan pembangunan Kementerian Agama mendapat Ridha dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan kita semua diberi kekuatan dalam melanjutkan cita-cita mereka untuk kepentingan bangsa, Negara dan Agama.
Hal tersebut disampaikan Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas pada Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag Ke-75 Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2021 di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten setempat, Selasa (05/01/2021) yang dihadiri oleh Kepala dan jajaran Kantor Kemenag, Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa dengan mengusung tema “Indonesia Rukun”, sejalan dengan semangat Nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal Bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar mengngapai cita-cita besar Bangsa agar sejajar dengan Bangsa lain di dunia. Dimana pengembangan toleransi dan kerukunan antar umar beragama merupakan karya bersama para tokoh Agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Karena toleransi dan kerukunan antar umat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk Agama.
“Di Negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada dictator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, dimana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain. Pada kesempatan ini, Saya juga ingin mengingatkan tentang semangat Keementerian Agama baru dan semangat dalam mengelola Kementerian Agama, yaitu manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk didalamnya pelayanan penyelenggaraan Haji dan Umrah, pendidikan Agama dan Keagamaan serta pusat pelayanan keagamaan.
Penguatan moderasi beragama yang salah satunya penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi dan nilai-nilai kebangsaan. Serta persaudaraan yan meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan”, ujar Bupati Adipati yang juga mengajak untuk mengedepankan akal sehat dan hikmah/kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang.
Diketahui, pada Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag tersebut juga dilakukan pembagian Bingkisan Bhakti Sosial ASN Kemenag Way Kanan kepada Penjaga Masjid Kantor dan Petugas Kebersihal Madrasah sebanyak 30 Paket Bansos. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Adipati serta doorprize HAB Ke-75 untuk peserta upacara.










