oleh

Praktik Baik Pembinaan Khaira Ummah di Empat Negara

LAMPUNG.SIBERINDO.CO – Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Angggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) di Jakarta mengangkat tema Khayru Ummah: Berbagi Praktik Baik untuk Membangun Masyarakat Islam Berperadaban. Empat negara MABIMS berbagi pengalaman terkait upaya masing-masing dalam melakukan pembinaan dan mewujudkan khayru ummah dalam acara yang digelar UIN Syarif Hidayatullah, di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Brunei Darussalam diwakili Dr. Hajah Siti Juriah dan Hajah Raneya Fatehah Binti Haji Japar dari Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan. Ia memaparkan makalah berjudul “Pembinaan Khaira Ummah Berasaskan Pendekatan Maqasid al-Syari‘ah: Peranan Keluarga dalam Membentuk Masyarakat Islam Berkeadaban di Negara Brunei Darussalam”.

Hajah Siti Juriah menekankan pentingnya institusi keluarga dalam membangun generasi beriman, berilmu, bermaruah, dan bertanggung jawab. Pendekatan tersebut menggunakan lima prinsip Maqasid al-Syari‘ah, yakni pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sebagai landasan pembentukan masyarakat Islam berkeadaban.

Baca Juga  PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia

Delegasi Indonesia diwakili Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar. Dia memaparkan makalah bertajuk, “Pendidikan dan Beragama Maslahat: Praktik Baik Indonesia di Tengah Disrupsi Multidimensi”.

Asep mengangkat tiga komponen utama, yaitu penguatan pendidikan dan penghayatan beragama melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta penguatan ekosistem madrasah dan pesantren; peningkatan kompetensi dai dan asatizah; serta pemanfaatan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), dengan tetap berpedoman pada etika dan nilai keagamaan.

Sementara itu, delegasi Malaysia yang diwakili Zuraini binti Yahaya dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), mempresentasikan makalah berjudul “Praktik Baik Harmonisasi Sosioekonomi: Pengalaman Malaysia”. Makalah tersebut menguraikan empat pilar pendekatan Malaysia dalam membangun harmonisasi sosio-ekonomi umat, meliputi sertifikasi halal sebagai fondasi integritas dan kepercayaan ekonomi, zakat sebagai instrumen keadilan distribusi, wakaf dan keuangan sosial Islam sebagai sumber manfaat berkelanjutan, serta pemberdayaan kelompok asnaf dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Pringsewu Launching Radio Nada Ummat

Delegasi Singapura diwakili Ustaz Abdul Hafiz Latiff, Pengurus Kanan Dasar dan Pembangunan Agama (Fatwa) Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS). Paparannya yang berjudul “Pendekatan Berpusatkan Manusia (Human-Centric Approch) dalam Mendepani Kecerdasan Buatan (AI) Pengalaman MUIS” mengangkat pengalaman MUIS dalam transformasi digital kelembagaan keagamaan melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), khususnya untuk mendukung penelitian fatwa melalui platform IftaSG.

Dalam paparan, Ustaz Abdul Hafiz Latiff menekankan pendekatan berpusat pada manusia (human-centric approach) dalam pemanfaatan teknologi. Penggunaan AI perlu diimbangi peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan integritas keilmuan, serta tata kelola dan pengawasan agar otoritas keagamaan tetap berada pada pertimbangan keilmuan manusia.

Terpisah, Asep Jahar menilai, seluruh paparan dari empat delegasi memperlihatkan bahwa setiap negara memiliki fokus dan pengalaman berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun masyarakat Islam berkeadaban. “Potensi belia, pendidikan dan beragama maslahat, harmonisasi sosio-ekonomi, serta keharmonian serantau merupakan empat fokus strategis yang dapat dipertemukan melalui kerja sama regional,” imbuhnya.

Baca Juga  Penjabat Gubernur Lampung Apresiasi Final Bintang Radio 2024, Momentum Pembinaan Talenta Muda di Provinsi Lampung

Melalui kegiatan ini, Asep Jahar berharap, UIN Jakarta turut mengambil peran dalam memperkuat diplomasi keilmuan dan kerja sama pendidikan tinggi Islam di kawasan Asia Tenggara. Pertukaran gagasan antarpembentang dan delegasi diharapkan tidak berhenti pada forum akademik, tetapi harus berkembang menjadi kolaborasi kelembagaan, pertukaran pengetahuan, serta program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seminar Kertas Tema SOM ke-50 MABIMS bertema “ Khayru Ummah: Berbagi Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban” digelar Kementerian Agama RI melalui Kerjasama Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai mitra akademis.

Seminar juga menandai dimulainya rangkaian Pertemuan SOM ke-50 MABIMS yang berlangsung pada 1–4 November 2026 di Jakarta.(***)

 

News Feed