Lampung Timur, etalaseinfo.com (SMSI) – Secara aklamasi musyawarah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lampung Timur yang terdiri dari perwakilan dari organisasi etnik dan suku yang ada di Lampung Timur menunjuk Sopiyan Subing sebagai ketua FPK Kabupaten Lampung Timur untuk kepengurusan periode 2021 -.2025.
Musyawarah yang digelar di ruang kerja Kepala Dinas Kesbangpol Lampung Timur dimulai dari pukul 10.00 wib berakhir pukul 14.30 wib dengan menghasilkan komposisi kepengurusan Sopiyan Subing, S.Ag (ketua dari etnik Lampung), Kusnan (wakil ketua dari etnik Sunda), Abdul Malik Batu Bara, S.Ag (Sekretaris dari etnik Batak), Yusuf Bakarudin (Wakil Sekretaris dari etnik Lampung), Romlas Podo, ST (Bendahara dari Etnik Jawa).
Musyawarah dalam rangka reorganisasi Ormas yang mewadahi keberagaman etnis yang ada di Lamlung Timur ini dihadiri oleh perwakilan etnis Lampung, Jawa, Sunda, Banten, Madura, Bali, Batak, Bugis, Padang, Palembang dan Thionghoa.
Dalam sambutan mewakili Kepala Dinas Kesbangpol Lampung Timur Rifian Al-Cepi, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa sesuai arahan Kepala Dinas Kesbangpol Lampung Timur Drs. Wirham Riadi, MM bahwa maksud dari pertemuan ini ada untuk memberi kesempatan kepada FPK untuk reorganisasi dikarenakan ada beberapa pengurus yang sudah tidak maksimal berperan dikarena usia, kesibukan dan lain sebagainya serta membicarakan dan menyiapkan organisasi untuk mendukung pembangunan di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Dawam Rahardjo dan Wakil Bupati Azwar Hadi.
Sementara itu Sopiyan Subing selaku ketua terpilih menyampaikan bahwa posisinya sebagai ketua akan lebih berperan sebagai fasilitator yang meramu pemikiran-2 yang muncul dari etnik-2 dan siapa saja yang dapat mendorong peran FPK lebih maksimal dalam pembangunan. “saya dan pengurus akan berperan sebagai fasilitator saja karena apa yang disampaikan oleh rekan-rekan terutama senior di FPK dalam berbagi pengalaman berorganisasi akan sangat hebat jika kita ramu menjadi sumbahsih pemikiran bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan, setidaknya saya mengajak kita menyatukan sudut pandang dan pembauran ini untuk menjadikan pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai landasan, diantaranya adalah memandang kebhenikaan atau keragaman itu adalah kekayaan yang dimiliki oleh republik ini yang harus terus kita jaga dan kita pelihara serta kita tata, sebagaimana kita pernah dengar bahwa Masjid Istiqlal itu arsiteknya adalah seorang Nasrani dan Candi Borobudur candi umat Budha yang arsiteknya adalah Hindu atau yang dapat kita saksikan bagaimana negara Etopia yang tidak pernah dijajah negara lain tapi akan musnah karena miskin yang disebabkan perang saudara tapi bangkit karena Israel mampu mengubah gurun pasir etopia menjadi lahan pertanian yang handal, maka mari kita FPK bersama Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur fokus ke pembangunan dan hilangkan perbedaan, maka jika etnik-2 di Lampung Timur sudah ikut andil maka arah pembangunan akan lebih jelas dari sekedar ritual menyalurkan anggaran . Papar Sopiyan Subing dalam sambutannya (Yus)










